JAKARTA, SENIN - Mengingat konflik politik dan keamanan yang berkelanjutan di Negeri Gajah Putih, pemerintah Indonesia mengusulkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, ASEAN plus 3, dan pertemuan ASEAN Timur yang sedianya dilaksanakan di Thailand bergeser ke Indonesia. Untuk pertemuan itu, Indonesia memberi pilihan lokasi di Jakarta dan Bali.
Hal ini ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/12) usai menggelar rapat kabinet terbatas bersama tiga menteri koordinator, dan menteri-menteri jajaran polhukam.
Menurut Kepala Negara, pengalihan serangkaian pertemuan ini semata-mata untuk menyelamatkan agenda penggalangan dana berdasarkan Chiang Mai Initiative yang segera akan dibahas. Apalagi pemberlakuan Piagam Asean yang baru, menurut rencana dilakukan bersamaan dengan KTT Asean pada 17 Desember mendatang,
"Dengan catatan pertemuan Asean di Jakarta dan pertemuan di Bali, tetap yang menjadi pimpinan adalah pihak Thailand," tuturnya.
Presiden Yudhoyono mengatakan, Indonesia sendiri berharap agar pertemuan puncak bisa dilaksanakan di Thailand. Adapun, apabila dalam waktu dekat belum memungkinkan, maka mau tak agenda yang mendesak di kawasan Asean perlu dilakukan di lokasi lain.
Ia menambahkan, saat ini tengah diupayakan komunikasi pemerintah Indonesia dan pemerintahan di kawasan Asean berikut pemerintah Thailand. Menlu terus berkoordinasi dengan Sekjen Asean yang bermarkas di Jakarta.
"Sekarang sedang dilakukan komunikasi oleh pemerintah kita dan pemerintah Asean lainnya dengan pemerintah Thailand. Menlu juga terus berkoordinasi dengan Sekjen Asean yang bermarkas di Jakarta," jelas SBY.