Ekspor Nonmigar Jatim Turun 30 Persen
Senin, 1 Desember 2008 | 20:18 WIB

SURABAYA, SENIN- Dalam dua dekade terakhir, neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur ke Jepang selalu mengalami surplus. Namun demikian, dibanding periode sama tahun lalu, ekspor nonmigas periode Januari hingga Agustus 2008 turun 30 persen. Penyebabnya adalah produk ekspor Indonesia kurang memenuhi syarat.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Liri Lestar, Senin (1/12) di sela Lokakarya Memasuki Pasar Ekspor Jepang di Surabaya mengatakan, surplus neraca perdagangan Jawa Timur-Jepang mencapai rata-rata 800 juta US dollar. Jepang selalu menjadi negara tujuan ekspor teratas selain Singapura dan Amerika Serikat.

Sejak periode bulan Januari hingga Agustus 2008, nilai ekspor nonmigas Jatim ke Jepang mencapai 1,13 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi ekspor nasional sebesar 19,20 persen. "Fenomena penurunan nilai ekspor hingga 30 persen merupakan indikasi bahwa produk ekspor kita harus menyesuaikan diri dengan standar negara tujuan ekspor," ujar Liri.

Menurut Liri, produk ekspor Jatim sebenarnya memiliki kualitas setara dengan produk luar negeri. Namun, pengemasan produk kurang menarik dan meyakinkan pembeli.

Belum dikenal

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Osaka Jepang Mozes Tandung Lelating menilai, banyak produk Indonesia yang belum dikenal Jepang. Hal ini disebabkan minimnya informasi dan promosi.

"Untuk mengenalkan produk dan belajar dari para pelaku ekspor dari negara lain, para pengusaha Indonesia harus terus dilibatkan dalam pameran-pameran produk internasional," kata Mozes.

Menurut Mozes, beberapa produk Indonesia yang berprospek diekspor ke Jepang, antara lain garmen, tekstil, alas kaki, dan kerajinan tangan. Dalam rangka meningkatkan ekspor, konsul jenderal Republik Indonesia di Osaka Jepang dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jatim akan mengajak beberapa pelaku usaha kecil dan menengah ke acara pameran di Jepang.

Tahun 2009 mendatang, di Jepang diselenggarakan dua acara pameran produk,yaitu pameran perhiasan di Tokyo pada Januari dan pameran aneka produk di Osaka bulan Maret.


ABK
Share on Facebook
Nilai 3 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4