JAKARTA,SABTU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan simulasi pemungutan suara di kantor KPU Jakarta Pusat, Sabtu (29/11), yang diikuti sekitar 480 pemilih.
Anggota KPU Andi Nurpati mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mendapat gambaran tentang proses pemilihan langsung dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penghitungan dan rekapitulasi hasil pemungutan suara. "Ini adalah simulasi pertama setelah daftar pemilih tetap (DPT) diumumkan," katanya di sela-sela simulasi.
Simulasi pemungutan suara untuk memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD ini berlangsung mulai pukul 07.30 WIB dan diikuti sekitar 480 pemilih yang terdiri dari 335 pemilih pria dan 145 pemilih perempuan.
Jumlah surat suara yang disediakan yakni 490 surat dan bilik yang digunakan dalam simulasi ini empat buah. Waktu pemungutan suara berakhir pada pukul 12.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan proses penghitungan dan rekapitulasi hasil.
Terlihat para pemilih antusias mengikuti simulasi ini. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak henti-hentinya mengingatkan pemilih untuk memilih dengan mencentang salah satu kolom yaitu kolom nama partai atau nomor calon atau nama caleg.
Salah seorang pemilih Jumini (51) yang ditemui setelah mengikuti simulasi mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan metode pemilihan yang baru yakni dengan memberikan tanda centang. "Tidak kesulitan. Saya memberi tanda di gambar Parpol," katanya.
Namun, ketika ditanya tentang tanggal pelaksanaan pemilihan umum, Jumini mengaku tidak mengetahuinya. "Saya kurang tahu kapan Pemilu dilaksanakan," katanya.
Tampak hadir dalam acara simulasi yakni Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, anggota KPU I Gusti Putu Artha, Endang Sulastri, Andi Nurpati, dan Sekjen KPU Suripto Bambang Setyadi serta saksi dari partai politik dan anggota DPD. Sebelumnya, KPU telah melaksanakan simulasi pemungutan suara di tiga tempat yakni Sidoarjo, Banda Aceh, dan Papua.