MUMBAI,SABTU-Enam suara ledakan terdengar dari Pusat Yahudi, Nariman House, di Mumbai, Sabtu (29/11) pagi, beberapa jam setelah pasukan keamanan mengumumkan berakhirnya operasi terhadap penyerang bersenjata di dalam bangunan tersebut.
Pada Jumat malam, operasi di Nariman Houses secara resmi dinyatakan berakhir dan setelah tewasnya kedua pelaku serangan. Namun, gerilyawan menyembunyikan bom di bawah beberapa mayat sandera. Ketika polisi mengangkat mayat itu, bom tersebut meledak, demikian laporan NDTV.
Pasukan keamanan menguasai hotel bintang lima Trident Oberoi dan Nariman House, Jumat malam, tapi beberapa pria bersenjata masih bersembunyi di dalam Hotel Taj Mahal.
Baku-tembak sporadis masih terjadi sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi, saat personil pasukan komando memerangi gerilyawan yang bersembunyi di dalam Hotel Taj Mahal.
Sedikitnya tiga penyerang bersenjata diduga bersembunyi di dalam hotel mewah tersebut, kata seorang pejabat tinggi sebagaimana dikutip IANS, Sabtu pagi. Pejabat itu mengatakan ia menduga pengepungan berakhir pada pagi hari.
Di Nariman House, kompleks permukiman yang menampung aula bagi kegiatan keamanan, personil pasukan komando diturunkan dari helikopter dalam operasi pertama. Dua gerilyawan tewas tapi itu terjadi setelah mereka membunuh lima sandera.
Ketika Hotel Trident Oberoi dibersihkan dari gerilyawan, Jumat sore, sebanyak 30 sandera ditemukan tewas di hotel tersebut, sehingga jumlah korban jiwa dalam serangan teror terburuk di India naik jadi 160, termasuk 16 personil keamanan, demikian laporan Press Trust of India.
Tetapi Direktur Jenderal Penjaga Keamanan Nasional India (NSG) J.K. Dutt mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa sedikitnya 154 orang tewas dan 327 orang lagi cedera dalam peristiwa di Mumbai mulai Rabu.
Pada Rabu malam, sekelompok penyerang bersenjata melancarkan serangan bom terhadap 10 tempat terkenal di Mumbai, pusat finansial India, dan sejak itu telah terlibat baku-tembak dengan pasukan keamanan.
Seorang wartawan AFP di tempat kejadian mengatakan suara tembakan dan ledakan terdengar dari dalam bangunan itu tak lama setelah pukul 04:00 waktu setempat Sabtu (05:30 WIB), beberapa jam setelah keadaan relatif tenang.
Beberapa sumber militer sebelumnya mengatakan personil pasukan komando memerangi sebanyak tiga penyerang bersenjata di dalam hotel Taj Mahal. Dutt juga mengatakan ia berharap operasi untuk membersihkan bangunan tersebut dapat diselesaikan sebelum fajar, Sabtu.