JAKARTA, KAMIS - Hari ini dilakukan penandatanganan kerjasama antara pemerintah provinsi Provinsi Shaanxi, China dengan Asean Economic and Trade Cooperation Fair. Kerjasama ini salah satu bentuk implementasi dari komitmen 11 negara dalam China Asean Free Trade Area (CAFTA) pada tahun 2003-2004 silam yang menyepakati adanya kerjasama menuju perdagangan bebas.
Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Gubernur Provinsi Shaanxi Yuan Chunqing dan Principal Director of Bureau for External Relations and Coordination Dhannan Sunoto di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (27/11). "Dengan adanya komitmen tersebut, China, negara-negara Asean, termasuk Indonesia di dalamnya, ikut berbondong-bondong mendukung dan mengimplementasikan setiap program yang telah direncanakan," kata Dhannan.
Dikatakannya, provinsi Shaanxi adalah salah satu provinsi dimana peluang bisnis ASEAN masih terbuka lebar, meski pasar domestik sedang terpengaruh pelemahan ekonomi global. Sedangkan menurut Presiden China Council for the Promotion of International Trade Shaanxi Sub-council Liu Ajin mengatakan kerjasama ini merupakan perdagangan berskala besar.
"Kami mempunyai banyak kesempatan untuk bekerjasama kembangkan potensi masing-masing di bidang batubara, manufacture, teknologi tinggi dan tenaga ahli," ujar Liu.
Menurutnya, kerjasama ini juga didukung oleh Kadin dan menjadi awal yang bagus untuk kerjasama ini. "Sebelumnya telah ada pembicaraan dengan Menperin Fahmi Idris tentang peluang kerjasama dengan Indonesia di bidang batubara, pengeboran minyak, dan bidang lain yang menggunakan teknologi tinggi," ujarnya.
Interaksi China dengan Asean akan berdampak positif untuk kemajuan perekonomian masing-masing area, utamanya dalam kegiatan perdagangan. Peluang Besar Menurut Liu, Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung kerjasama ini karena sangat kaya sumber daya, wilayah yang luas serta populasi penduduk yang sangat besar.
"Potensi tersebut akan menjadi lebih besar lagi jika diolah dan dikerjasamakan, tidak hanya tunggal, tetapi bisa secara bilateral maupun multilateral. Kerjasama Shaanxi-Asean ini diharapkan akan lebih besar dari kerjasama bilateral yang pernah dibina Indonesia sebelumnya," tuturnya.
Ia menjelaskan, keuntungan bagi Indonesia sendiri dengan adanya kerjasama tersebut, peluang terbuka dan perluasan pasar Indonesia di luar negeri akan semakin besar. Menurutnya, dengan kekayaan sumber daya dan segala potensi alam yang ada, kerjasama perdagangan akan terfokus pada agrobisnis dan mineral. Namun demikian, dikatakannya, yang akan menjadi sasaran utama ialah peluang Indonesia melakukan ekspor ke Cina akan terbuka lebar. "Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dan didukung oleh para pihak swasta dan pemangku kepentingan di tanah air," jelasnya.