DPR Lihat Kekurangan Transportasi Haji
Minggu, 23 November 2008 | 20:04 WIB

Laporan Wartawan Kompas Imam Prihadiyoko

JAKARTA, MINGGU -  Anggota Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII Said Abdullah yang menjadi pengawas haji, mengungkapkan pelaksanaan haji tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Kekurangan yang mendapat sorotan diantaranya pelayanan pemondokan, dan transportasi.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Minggu (23/11) melaporkan, kekurangan ini diketahui setelah anggota DPR yang menjadi pengawas haji melakukan kunjungan dan melihat langsung penyelenggaraan pelayanan haji.

DPR akan memberikan tiga rekomendasi terkait hasil kunjungan ke tanah suci antara lain, meminta pemerintah untuk lebih awal menetapkan biaya BPIH tahun depan sehingga kasus katering dan pemondokan dapat teratasi. Selain itu, juga meminta pada pemerintah untuk melakukan lobi kepada kerajaan Arab Saudi untuk menetapkan standar penyewaan rumah sesuai tipe yang disewa agar jangan sampai menjadi kapitalisasi haji.

Said juga mendesak kepada negara-negara OKI untuk menyampaikan permasalahan haji agar dibuat sistem yang lebih adil.

Kepada anggota dewan yang menjadi pengawas, jamaah haji juga banyak yang mengeluhkan sarana dan fasilitas transportasi yang disediakan untuk mengantarkan jamaah haji dari pondokan menuju Masjidil Haram, pulang pergi. Tidak sedikit jamaah haji yang terpaksa harus mengunggu hingg satu jam, untuk dapat naik bus yang sudah dijanjikan. Akibatnya, tidak jarang jamaah haji terlambat tiba di Masjidil Haram.

 

 


Imam Prihadiyoko
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
naimmusafik @ Senin, 24 November 2008 | 07:45 WIB
memang haji, kalau hanya diurus oleh pemerintah Saudi tidak bisa selesai, seharusnya diurus oleh komunitas internasional seperti kepastian pemondokan dan kateringnya, sehingga bisa lebih adil dan merata bagi ummat islam seluruh dunia.
Hajah Maslahat @ Senin, 24 November 2008 | 06:20 WIB
Sdh bertahun-tahun DPR ikuit ngawasin penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah, rekomendasinya kok itu2 saja. Apa karena orangnya ganti2 atau memang gak tahu apa yang mesti direkomendasikan lagi.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1