Senat AS Setuju Kirim Dubes ke Libya
Pemimpin Libya Moammar Khadafi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice (kiri) di tendanya di Tripoli, Libya, 5 September. Ini merupakan kunjungan seorang menlu AS ke Libya setelah 55 tahun.
Sabtu, 22 November 2008 | 11:06 WIB

WASHINGTON,SABTU--Senat AS setuju untuk mengirim duta besar pertama AS ke Libya dalam 36 tahun terakhir. Ini adalah langkah terbaru dalam hubungan hangat antara kedua bekas musuh itu sejak 2003. "Kami sangat senang, sangat senang," kata Juru Bicara Deplu AS, Sean McCormack, Jumat (21/11).

Namun, Gene Cretz, veteran diplomat AS yang telah dipastikan (sebagai dubes) oleh Senat, terancam memiliki masa jabatan sangat pendek sebagai duta besar untuk Libya. Presiden-terpilih Barack Obama punya kesempatan untuk mengganti duta besar AS dengan yang ia anggap pantas ketika ia berkuasa 20 Januari nanti. Senat memastikan penunjukan Cretz, Kamis malam waktu setempat.

Hubungan AS dengan Libya mulai melunak pada 2003 ketika pemimpin Libya Muamar Kadhafi mengutuk terorisme dan setuju untuk melepaskan senjata pemusnah masal. AS dengan konsekuen mencabut Libya dari daftar hitam terorismenya dan pada 2006 memulihkan hubungan diplomatik.

Awal bulan ini, Libya telah membayar dana 1,5 miliar dollar AS untuk kompensasi korban atau keluarga mereka karena serangan teroris, termasuk pemboman pesawat penumpang jet Pan Am 1988 di atas Lockerbie, Skotlandia. Ini melapangkan jalan bagi kepastian pengiriman duta besar itu.

Menlu AS Condoleezza Rice telah mengunjungi Libya dan bertemu dengan Kadhafi pada September. Ia menjadi pejabat AS berpangkat paling tinggi yang mengunjungi Tripoli sejak 1957.


ONO
Sumber : Ant
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Maksum @ Minggu, 23 November 2008 | 19:43 WIB
Om Khadafi, hati2 ya. Biasanya dibalik para staf kedubes US bersembunyi para intel yg siap mencuri rahasia.
willy @ Sabtu, 22 November 2008 | 20:26 WIB
bagus!!!
Welas @ Sabtu, 22 November 2008 | 13:21 WIB
Biasanya Dubes suatu negara gak harus segera diganti meski ada pergantian kepala negara, yang diwakilinya adalah institusi bukan personal.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25