

PALU, SABTU - Kebanyakan warga yang mengungsi saat terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Ricther (SR) di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah Senin (17/11) lalu, kini sudah kembali dari lokasi-lokasi pengungsian.
"Tinggal sebagian kecil dari puluhan ribu warga beberapa desa di Kabupaten Buol itu yang masih tetap bertahan di pengungsian," kata Radjid, Kasubdin Pelestarian dan Kesetiakawanan Sosial (Dinkesos) Sulteng saat dihubungi via telepon dari Buol, Sabtu (22/11).
Menurut dia, sebagian besar warga yang masih bertahan di penampungan pengungsi adalah mereka yang kehilangan tempat tinggal. Data sementara dari Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PBA) menyebutkan, jumlah bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Buol mencapai 1.666 unit.
Ribuan unit bangunan yang mengalami kerusakan tersebut meliputi rumah penduduk dan berbagai fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan sarana kesehatan di empat Kecamatan. Adapun daerah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Kecamatan Bonubogu dan Paleleh. Di kecamatan yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo itu banyak rumah dan fasilitas publik rusak berat. Selain itu sebuah jembatan permanen yang menghubungan kedua kecamatan tersebut putus sehingga memerlukan rehabilitasi secepatnya oleh pemerintah.
Radjid mengatakan, kondisi warga di pengungsian cukup baik karena bantuan sembako serta kebutuhan lainnya masih terus mengalir.
Gempa bumi 7,7 SR yang mengguncang Kabupaten Buol saat warga sedang tertidur lelap itu mengaibatkan empat orang tewas dan ribuan bangunan serta fasilitas umum porak-poranda.
Hingga kini Pemkab Buol belum bisa merinci nilai kerugian material akibat gempa sebab masih dilakukan inventarisasi oleh tim khusus yang di terjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan.