Di Lokasi Baru Omzet Pedagang Buku Eks Kwitang Anjlok
Jumat, 21 November 2008 | 20:54 WIB

JAKARTA, JUMAT - Semenjak menempati lokasi baru di Blok I lantai 4 Pasar Senen, Jakarta Pusat, omzet penjualan pedagang buku eks kwitang turun drastis. Sejumlah pedagang mengeluh karena omzet penjualannya jauh menurun dibanding saat berjualan di lokasi sebelumnya, di Jalan Raya Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
     
"Sampai saat ini, omzet kami belum normal. Penurunannya sangat signifikan. Sebab, banyak pelanggan lama yang tidak tahu lokasi baru di sini," ungkap Koordinator Pedagang Buku Senen, Gabi Perlindungan, Jumat (21/11).
     
Gabi, koordinator pedagang yang baru terpilih, mengatakan, belum normalnya penjualan buku dilokasi baru tersebut disebabkan kurangnya promosi. Selain itu diperparah karena saat ini belum memasuki semester baru tahun ajaran.
     
"Ketika penggusuran dulu, waktunya bertepatan dengan liburan tahun ajaran baru. Biasanya, pendapatan pedagang meningkat saat itu. Kami melewatkan momen tersebut akibat penertiban," ungkapnya.
     
Oleh karenanya, ia berharap Pemerintah Kota administrasi (Pemkot) Jakarta Pusat yang telah merelokasi pedagang dari kawasan Kwitang ke Pasar Senen bertanggungjawab membantu promosi agar omzet pedagang kembali normal.
     
Gabi menuturkan, pihaknya tengah berupaya membentuk sebuah koperasi yang akan dijadikan sebagai badan hukum yang nantinya juga menjadi wadah bagi para pedagang. "Pembentukan koperasi hampir selesai. Saat ini, sedang proses legalitas oleh notaris," ujarnya.    


MBK
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
fredy@yahoo.com @ Rabu, 24 Desember 2008 | 12:43 WIB
kenapa mau ditempat yg kumuh rawan lg bau lg,kawan2mending gabung aja ama yg dijacc lebih nyaman terbesar terlangkap dan termurah.saya bc koran walikotanya yg resmiin dijacc mana mau kesenen,bar ac lg,,kenyamanan konsumenlah yg penting bang gabe
faisal @ Sabtu, 22 November 2008 | 00:16 WIB
wah sudah pindah ke pasar senen, ya? pastinya sudah kehlangan "ruh"nya. saya jadi takut ke sana. kabarnya di pasar senen rawan penodongan dan premanisme.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87