Demokrat Unggul, PDIP Tak Peduli
Jumat, 21 November 2008 | 16:34 WIB

JAKARTA, JUMAT - Temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa hari lalu menunjukkan, swing voter atau pemilih yang tidak terikat pada sebuah partai politik dalam kurun waktu lama, mencapai 34 persen pada tujuh parpol besar pada rentang tiga tahun terakhir.

Hanya Partai Demokrat yang angkanya tidak pernah turun dari hasil Pemilu 2004. Sedangkan Golkar dan PDIP mengalami kemerosotan tajam.

Menanggapi hasil survei dan seberapa besar pengaruh kemerosotan swing voter bagi PDIP, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait mengatakan partai pimpinan Megawati itu tak pernah mempertimbangkan dan peduli terhadap hasil survei.

"Lembaga survei itu, posisinya di mana? Dibayar oleh siapa? Setiap lembaga survei, kalau menyampaikan hasil survei harus menjelaskan metodenya apa. Kami menduga kuat, LSI atau Fox itu ada di posisi Pak SBY. Jadi, tidak pernah dijadikan pertimbangan," kata Maruarar pada diskusi di DPR, Jumar (21/11).

Ia menambahkan, hasil survei seringkali menimbulkan tanda tanya. Anggota Komisi XI DPR itu mencontohkan, jika ada hasil survei yang menunjukkan ada perubahan drastis maka harus dimintai pertanggungjawaban publik. "Misalnya, fakta survei selama ini, di papan atas ada Mega dan SBY. Di papan tengah ada Sultan, Wiranto dan Hidayat Nur Wahid. Kalau ada survei yang di atas tiba-tiba di bawah, perlu minta pertanggungjawaban publik," kata Maruarar.


Inggried Dwi Wedhaswary
Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Siti Romlah @ Sabtu, 22 November 2008 | 12:56 WIB
Temuan lembaga Survey darimanapun perlu diperhatikan, untuk 'mawas diri', namun tidak harus ditanggapi. Itu yang paling bijak.
fery @ Jumat, 21 November 2008 | 18:44 WIB
seperti biasalah... PDI-P gak peduli. rakyat menjerit juga kagak peduli, tokoh yg bicara di atas juga cuma cari kambing hitam aja. yakin deh pak , respek thd PDI-P berkurang banyak kalo tokohnya cuma pinter omong doang kyk bapak. gak membumi, turun ke grassroot.
Rasionalis @ Jumat, 21 November 2008 | 17:58 WIB
to ricky : Makanya belajarlah ilmu statistik soal sampling
boni @ Jumat, 21 November 2008 | 17:38 WIB
Ya begitulah orang-orang sekelas Maruarar, nggak sadar bahwa partainya dah gak dapat dipercaya mimpin negara ya sudah, gak usah banyak alasan!! waktu mereka mimpin RI yang sok berkuasa ya orang-orangnya juga, gak pinter-pinter nih orang.
ricky @ Jumat, 21 November 2008 | 17:19 WIB
memang betul apa kata Maruarar,bahwa hasil survey tsb tidak mewakili masyarakat yang akan memilih nanti ,siapa yang disurvey? kapan surveynya? dimana surveynya? semuanya ga jelas,kalo saya ditanya dalam survey tsb,saya juga tidak akan memilih demokrat!jadi hasil survey tsb sia2 dan cuma buang2 biaya saja
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1