Mimpi Arahkan Anak ke Penemuan Mayat Ibu
Catherine (kiri) semasa hidup bersama Andre Ganestin
Kamis, 20 November 2008 | 19:14 WIB

Dewan kota Brighton and Hove di pantai selatan Inggris mengadakan penyelidikan terhadap pelayanan sosial setempat yang dianggap tak memberikan perhatian khusus  terhadap laporan seorang siswi sekolah dasar yang melaporkan telah kehilangan ibunya. Siswi sekolah dasar berusia 8 tahun ini beberapa kali melaporkan ke pekerja sosial tentang nasib ibunya yang kemudian ditemukan sudah tak bernyawa.

Jazad Catherine baru ditemukan 6 minggu setelah ibu berusia 38 tahun itu tewas dibunuh oleh suaminya sendiri. Andre Genestin (48) terbukti bersalah membunuh dan menyimpan jazad istrinya di tempat barang terbuat dari plastik di atas mobil  yang diparkir di kebun rumah keluarga di Brighton.

Genestin diketahui memukul hingga tewas istrinya dengan palu pada Mei 2007. Genestin telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup Juni tahun ini.  

Pengadilan Lewes Crown mendengar keterangan saksi mengenai usaha putri pasangan tersebut yang beberapa kali melaporkan telah kehilangan ibunya pada salah satu guru. "Orang pertama yang meragukan keterangan Andre Genestin adalah putrinya sendiri," jelas seorang guru, Christine Laing QC, ke juri di persidangan Juni lalu.

"Ia sempat mendengar ibu dan ayahnya bertengkar dan saat ia terbangun keesokan harinya ibunya sudah tak ditemukan. Ia berusaha maksimal untuk menarik perhatian beberapa orang dewasa lainnya dengan membicarakan masalahnya itu ke sejumlah guru," jelas Christine Laing QC.

"Saat wali kelasnya tak mengambil tindakan, ia mengarang sebuah cerita bahwa keselamatannya terancam. Cerita itu dikarangnya untuk menarik perhatian kepala sekolah," ujar Laing QC.

Kepala sekolah melaporkan hal itu ke badan pelayanan sosial. Petugas sosial yang sedang magang dilaporkan sempat menelpon kediaman putri yang kehilangan ibunya itu.

Petugas sosial itu rupanya menelpon Andre Genestin, yang menjelaskan "tak ada masalah." Berdasarkan keterangan Andre Genestin, petugas sosial kemudian tak memperhatikan secara serius laporan kehilangan tersebut. Namun, polisi akhirnya menemukan jazad Christine di dalam kotak barang yang biasa dibawa oleh suaminya beberapa hari setelah kematiannya.

Putri mereka, yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum, kemudian menceritakan ke polisi sempat memeriksa sebuah lemari untuk memastikan apakah ibunya itu berada di dalamnya. "Ia sempat bercerita tentang mimpinya saat ia membuka pintu lemari dan melihat jenazah ibunya terjatuh keluar dari lemari," kata Laing QC.

"Sejak saat itu ia yakin ibunya telah meninggal dunia karena ia berpendapat ibunya itu pasti merindukannya dan akan kembali menemuinya apabila masih hidup," tambah Laing QC.

Dewan kota Brighton and Hove saat ini melancarkan penyelidikan untuk mencari tahu pelayanan pekerja sosial terhadap laporan seorang anak yang tertekan ini. Penyelidikan dilakukan setelah terdapat laporan bahwa guru anak tersebut telah beberapa kali menelpon petugas sosial agar mengintervensi masalah murid yang selalu mengkhawatirkan keberadaan ibunya itu tetapi tak mendapatkan respon serius.


JIM
Sumber : daily mail
Share on Facebook
Nilai 4.24 A A A
Ada 18 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hanny @ Sabtu, 22 November 2008 | 08:35 WIB
itu membuktikan ikatan batin ibu dan anak lebih erat.. jadi sayangilah anakmu selagi dia bisa menyayangimu
asriyanadewi @ Jumat, 21 November 2008 | 19:18 WIB
kejahatan terutama pembunuhan pasti terungkap walaupun membutuhkan waktu .ternyata pelayanan sosial harus lebih tangap agar hal seperti ini tidak terulang lagi
Lotus @ Jumat, 21 November 2008 | 15:12 WIB
Bukti bahwa mimpi bukan hanya bunga mimpi tp terkadang menjadi sebuah petunjuk...
Fitri @ Jumat, 21 November 2008 | 13:13 WIB
ternyata petugas sosial di negara maju sama aja dengan di negara kita....semoga anaknya mendapat orang tua asuh yg lebih baik...
UCUP @ Jumat, 21 November 2008 | 12:58 WIB
itulah contoh dari kebenaran yang nyata bahwa kejahatan tidak bisa di tutup-tutupi..walaupun terbukti membutuhkan waktu yang lama untuk mengungkapnya.dan kebenaran akan selalu
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
63