ICW: Pemerintah Kehilangan Rp 45 Triliun dari BBM
Kamis, 20 November 2008 | 13:47 WIB

JAKARTA, KAMIS - Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, dalam tiga tahun terakhir ini, Pemerintah telah kehilangan potensi pendapatan senilai Rp 45 triliun dari penjualan BBM oleh Pertamina.

Sebabnya, meskipun pemerintah mengeluarkan anggaran untuk membayar subsidi BBM, tetapi harusnya pemerintah juga mendapatkan pendapatan dari PPN penjualan dan PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor)

"Pemerintah seharusnya menerima pendapatan lewat PPN sebesar 10 persen, dan PBBKB sebsar 5 persen," ujar Koordinator Data dan Analisa ICW, Firdaus Ilyas dalam jumap pers di Kantor ICW, Jakarta, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan, harga BBM yang dijual di pompa bensin didalamnya sudah termasuk pajak dan subsidi pemerintah, sehingga seharusnya hasil penjualan Pertamina juga dikurangi pajak. "Pajak tersebut harus dikembalikan kepada pemerintah melalui laba," sebutnya. Menurut dia, dividen yang didapat Pemerintah setiap tahun adalah laba penjualan, bukan hasil pajak.

Berdasarkan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP), hasil audit BPK tahun 2006 dan 2007, penerimaan negara dari laba bersih hanya tercatat Rp 107.248.237.896. Padahal seharusnya, senilai Rp 21,427 triliun. Maka dari data tersebut telah terjadi kekurangan senilai Rp 21,321 triliun.

Untuk tahun 2008, berdasarkan laporan ICW yang mengacu pada perhitungan BPK, potensi kerugian pemerintah melalui pajak penjualan BBM mencapai Rp 23 triliun, sebabnya dalam APBN 2008 diketahui ada penerimaan namun bernilai nol. "Data tersebut terlihat, pertamina telah memungut laba dari hasil pajak penjualan BBM sebesar sekitar Rp 45 triliun selama 3 tahun," katanya.

Mengenai penggunaan dana, ada kemungkinan dana tersebut digunakan untuk kepentingan politik, bisnis atau yang lainnya. Sebabnya hingga saat ini, dana tersebut, belum jelas ada dimana dan disetor kepada siapa.


C12-08
Share on Facebook
Nilai 4.5 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
S. Adam @ Jumat, 21 November 2008 | 12:52 WIB
Dengan kebocoran seperti ini, sungguh tidak bisa dimengerti apabila Pertamina mendapat juara sebagai perusahaan terbaik menurut sebuah majalah, berdasarkan kinerja perusahaan yang sangat baik. Rp 45 trilliun hilang dan masih mendapat gelar perusahaan terbaik di Indonesia. LOL
yanu @ Kamis, 20 November 2008 | 17:34 WIB
Ya ampun.....
max @ Kamis, 20 November 2008 | 15:20 WIB
waaaalaahhh......duit 43 trilyun kalau buat bangun rumah sakit sama sekolahan bisa jadi berapa ya? itu-pun yang ketauan yang tidak ketauan gmna? capeee deeeechh...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16