Pukul Wasit, Manajer Bhinneka Dihukum Setahun
Kamis, 20 November 2008 | 00:18 WIB

JAKARTA, RABU - Manajer tim basket Bhinneka Solo, Halim Sugiarto, terkena sanksi selama setahun tidak boleh terlibat dalam perbasketan nasional. Dia dihukum karena memukul wasit di Surabaya, Sabtu (15/11).

Pada turnamen Honda Surabaya International Challenge 2008 tersebut, Halim memukul wasit Herman saat pertandingan melawan tuan rumah Novo CLS Knights.

"Ini sudah keterlaluan, makanya kami bikinkan sanksi berat," ujar Sekjen Perbasi, Dahlan Muhammad, dalam keterangan persnya, Rabu (19/11).

Dengan keputusan tersebut, Halim bukan hanya dilarang menjadi manajer ataupun oficial klub selama satu tahun terhitung mulai 19 November di semua even yang digelar di tanah air. Dia juga tidak boleh terlibat apapun termasuk menggelar even.

Dahlan menjelaskan, sanksi yang diberikan sebagai bentuk pembinaan agar semua pihak tidak semaunya melanggar aturan yang sudah ditetapkan. "Kita juga tidak ingin ada kekerasan di cabang olahraga basket" tambahnya.

Insiden terjadi saat kuarter kedua karena Herman menyatakan pemain Bhinneka, Daniel Iskandar, melakukan kesalahan. Keputusan wasit asal DKI Jakarta yang sudah memiliki sertifikat FIBA itu diprotes Halim.

Sang manajer pun masuk lapangan karena tidak terima dengan hukuman technical foul yang diterima timnya. Halim yang sangat marah itu mencoba memukul wasit.

Atas insiden di kuarter kedua tersebut, pertandingan sempat terhenti 15 menit, sebelum akhirnya dilanjutkan.

Kejadian terjadi lagi di kuarter ketiga, saat wasit Herman memberikan putusan foul kepada pemain Bhinneka, Pek King Dhay, karena dianggap melakukan diving. Halim kembali memburu wasit hingga ke tengah lapangan, dan sekali lagi wasit memberikan hukuman technical foul kedua bagi Halim.

Pertandingan tetap berlangsung dan dimenangi Bhinneka dengan skor 64-61. Atas peristiwa ini panitia memberikan sanksi kepada Halim untuk tidak boleh menyaksikan sisa pertandingan Bhinneka. Tetapi larangan ini kemudian ditolak oleh kubu Bhinneka dan menyatakan mengundurkan diri dari turnamen ini.

Insiden ini kemudian di laporkan panitia ke PB Perbasi selaku organisasi tertinggi cabang basket di tanah air. PB Perbasi kemudian merespons dengan menggelar rapat langsung dipimpin ketua umum Noviantika Nasution dan keputusannya sanksi satu tahun bagi Halim Sugiarto.

"Keputusan ini memang berat, kita tadi sempat berdebat alot untuk memberi keputusan," tambah Dahlan.


LOU
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lebron @ Jumat, 21 November 2008 | 03:57 WIB
saya setuju untuk berikan sanksi untuk tindakan2 seperti itu!!!! tapi rasanya PERBASI juga harus mentraining wasit2 agar pada setiap keputusan yang dibuat didasari alasan yang kuat.. jika pelatih atau asisten pelatih protes, maka wasit harus bisa memberikan penjelasan dan alasan yang jelas dan akurat berdasarkan peraturan2 basket terhadap orang yang melakukan protes, sebelum memberikan technical foul... hidup basket Indonesia!!
indra @ Kamis, 20 November 2008 | 05:34 WIB
saya penggemar basket. termasuk klub Bhineka. Dan saya setuju pada tindakan disiplin ini. Jangan sampai basket terjerumus seperti sepakbola di negeri ini.
Amir @ Kamis, 20 November 2008 | 03:31 WIB
Bener2 bikin malu basket Indonesia aja!!! Jadi pelatih bisa kontrol emosi dong. Itu baru namanya professional. Apalagi timnya udah masuk liga IBL. Liat aja NBA…. Mana ada pelatih mukul wasit!!! Protes boleh… tapi caranya yang lebih professional kek. Mendingan diem dan introspeksi diri setahun ke depan sebelum terjun ke dunia basket lagi!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
34