IHSG Turun Tipis

Rabu, 19 November 2008 | 16:30 WIB

JAKARTA, RABU - Kondisi pasar saham yang tidak ada insentif yang masuk ke lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (19/11), kembali ditutup turun 0,80 persen.

IHSG BEI ditutup turun 9,505 poin menjadi 1.180,357 dan indeks LQ45 melemah 2,433 poin atau 1,07 persen ke posisi 224,066. Sedangkan indeks Kompas 100 susut 0,69 persen pada  282,098, serta Jakarta Islamic Index berkurang 0,27 persen ke 182,854. "Perdagangan berjalan sepi, para pelaku pasar malas melakukan transaksi karena tidak ada isentif yang masuk ke pasar," kata Analis Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero, seperti dikutip Antara di Jakarta.


Pada Rabu ini transaksi yang terjadi hanya 32.728 kali yang melibatkan 1,407 miliar saham dengan nilai Rp 886,565 miliar. 

Poltak juga menyebut faktor bursa regional juga masih menjadi indikator penurunan indeks pada Rabu ini. Pada perdagangan Rabu ini bursa di kawasan Asia sebagian besar masih melemah, diantaranya indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo merosot 0,66 persen ke posisi 8.273,21, bursa Hong Kong dengan indeks Hang Seng terkoreksi 0,77 persen menjadi 12.815,79 dan bursa Singapura dengan indeks Straits Times melemah 1,72 persen ke level 1.663,45.

Sedangkan dari internal, masih terus merosot saham-saham grup Bakrie juga ikut menjadi sentimen negatif pasar. "Sebenarnya orang sudah mulai bosan karena tidak ada perkembangan terhadap grup ini," tambahnya.

Ke empat saham grup Bakrie yang mengalami auto rejection adalah saham Bumi Resources mentok di harga Rp 860 setelah terkoreksi Rp 90, saham Bakrie Brothers juga mengalami hal sama turun di batas maksimalnya Rp 13 di harga Rp 118, Bakrie Plantations mentok di Rp 250 karena turun Rp 25 dan Energi Mega Persada turun Rp 30 di harga batas bawahnya Rp 285.

Sedangkan saham grup Bakrie lainnya walaupun tidak sampai turun maksimal, tapi juga mengalami tekanan jual yakni saham Bakrie Development turun Rp 5 menjadi Rp 66 dan Bakrie Telecom melemah Rp 2 ke Rp 53.  Kondisi inilah yang membuat pergerakan saham selama satu sesi ini didominasi yang turun sebanyak 107 dibanding yang naik hanya 42, sedangkan 51 stagnan dan 257 efek tidak diperdagangkan.

Selain grup Bakrie yang mengalami tekanan jual, beberapa saham unggulan yang memimpin indeks turun diantaranya Bank BRI yang terkoreksi Rp 125 menjadi Rp 2.850, Astra Internasional melemah Rp 50 ke level Rp 8.500, Indosat terkikis Rp 225 ke posisi Rp 4.100, Tambang Batubara Bukit Asam anjlok Rp 350 ke harga Rp 5.550 dan United Tractor turun Rp 150 ke Rp 3.475.


EDJ
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
18