
JAKARTA, RABU — Bayangan resesi global yang menghantui pasar saham regional ikut mengimbas ke awal perdagangan saham, Rabu (19/11) pagi di Bursa Efek Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun sebesar 13,407 poin (1,13 persen) ke posisi 1.176,455. Saham-saham sektor pertambangan dan perdagangan memimpin pelemahan indeks.
Sementara itu, indeks Kompas100 melemah 1,34 persen, kemudian indeks LQ45 turun 1,64 persen, serta Jakarta Islamic Indeks berkurang 1,48 persen.
Menurut analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, tren pelemahan masih akan membayangi indeks dalam jangka pendek ini seiring masih minimnya sentimen positif.
"Hari ini kami perkirakan, untuk beberapa waktu mendatang IHSG masih akan bergerak melemah menuju support di 1.106," katanya.
Kemarin IHSG merosot 3,81 persen mengikuti gerak bursa regional yang bergerak negatif menyusul resesi yang terjadi di Jepang dan beberapa negara maju lainnya.
Seperti diketahui, Jepang dan Singapura merupakan dua mitra dagang utama Indonesia. "Efek resesi yang dialami negara tersebut otomatis akan mengancam kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Purwoko.
Ia mengatakan, investor global juga masih menanti angka pertumbuhan PDB kuartal tiga dari beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, yang akan diumumkan pada pekan depan. "Selain faktor regional, anjloknya nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar," tutur Purwoko Sartono.