Pertengahan 2009 Puncak PHK
Video
Selasa, 18 November 2008 | 13:07 WIB

JAKARTA, SELASA — Pertengahan tahun 2009 diperkirakan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan meningkat. Angkanya akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2008. "Pasti itu. Karena itu, pemerintah harus waspada," kata Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Chris Kanter di sela-sela Rakornas Kadin di Jakarta, Selasa (18/11).

Ia mengatakan, tingginya PHK tahun depan terjadi karena beberapa perusahaan mengurangi produksinya, menyusul adanya krisis keuangan global. Pada awal tahun depan, kata Chris, sebagian masih berproduksi sehingga penurunannya belum mencapai puncaknya. Penurunan produksi akan mencapai puncak pada pertengahan tahun depan.

Menurut Chris, kegiatan produksi masih akan dilakukan untuk menyelesaikan kontrak-kontrak yang terjadi pada akhir tahun 2007 atau awal tahun 2008. Diperkirakan, tidak akan banyak kontrak yang ditandatangani pada akhir tahun 2008 ini.

Saat ini indikasi PHK massal mulai terlihat dengan adanya beberapa pekerja yang dirumahkan. "Itu sebenarnya PHK kecil," tuturnya.

Chris menilai, penetapan surat keputusan bersama empat menteri mengenai sistem upah dapat menekan tingkat PHK. Namun, di beberapa tempat, seperti Jawa Barat, pemerintah daerah malah menaikkan gaji menjadi Rp 2 juta. Hal tersebut dirasa akan memberatkan industri.


ANI
Share on Facebook
Nilai 3 A A A
Ada 24 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
muhammad aris @ Selasa, 2 Desember 2008 | 14:18 WIB
Makanya kalau kerja rupiah di tukar dengan dollar sehingga pada saat kriris tidak begitu pusing, lihat dong contoh tuan2 besar di negara ini, yang krisis itu golongan ekonomi ke bawah yang di atas pada tenang2 saja , karena simpanan di bank dollar bukan rupiah.
donjuan @ Kamis, 20 November 2008 | 12:21 WIB
jangan mengeluh.,.cukup diambil tindakan kongkrit,Kita punya potensi jangan biasa berpangku tangan pada kekuasaan kaum minoritas,aktualisasi dan kreasi Kita yg perlu,..hidup adalah perjuangan keadilan tidak ada di dunia,Saudara Jojo Saya dukung argumen Anda,salam,
neihom @ Rabu, 19 November 2008 | 13:48 WIB
Jangan takut di phk kalau di phk mendingan pulang kampung aja. di kampung enak lo.
bebekgoreng @ Rabu, 19 November 2008 | 13:28 WIB
please deh.. mustinya dikampanyekan tuh buat kaum pemilik modal supaya jangan terlalu serakah ngambil untung, secara value itu dihasilkan melalui labor, secara fakta peran buruh/pekerja jauuuh lebih besar dalam pasar karena buruh biasanya juga marginalized consumer yang notabene adalah pohon uangnya para pemilik modal, bangun opini publik kalo hidup mewah tuh suck,imoral dan gak wajar. Universal prosperity is more make sense.
Nino @ Rabu, 19 November 2008 | 13:15 WIB
Giliran Bayar Pajak..Disuruh duluan Giliran PHK..disembeleh duluan... PNS..kerja sebentar..gaji gede..korupsi pula..gak bakal di PHK.. NASIB,...NASIB.....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16