Pelaku Wisata Australia Sambut Kembalinya Garuda
Salah satu pesawat milik Garuda Indonesia
Senin, 17 November 2008 | 11:30 WIB

BRISBANE, SENIN - Para wakil dari 150 agen perjalanan wisata Australia akan hadir bersama ratusan undangan di acara peluncuran kembalinya Garuda Indonesia melayani rute penerbangan langsung Brisbane-Denpasar di gedung seni Brisbane Powerhouse, Taman New Farm, 12 Desember mendatang.
     
Manajer Umum Garuda untuk Darwin dan Brisbane, Syahrul Tahir, mengatakan, Senin (17/11), sejauh ini pihaknya sudah menerima konfirmasi kehadiran dari 80 biro perjalanan di acara peluncuran Garuda yang akan dipadukan dengan perayaan pesta Natal 2008. "Target kita adalah 150 agen perjalanan yang akan hadir di acara yang dimeriahkan dengan pertunjukan musik dan seni budaya Indonesia itu," katanya.
     
Kembalinya Garuda melayani rute penerbangan langsung Brisbane-Denpasar mulai 14 Desember 2008 tidak hanya mendapat dukungan masyarakat Indonesia dan agen perjalanan Australia, tetapi juga pemerintah negara bagian Queensland seperti ditunjukkan menteri perdagangannya pada satu acara baru-baru ini.
     
"Kita (Garuda) pun antusias untuk mendukung upaya meningkatkan kerja sama ’sister state’ (negara bagian/provinsi kembar) Queensland dengan Jawa Tengah," kata Syahrul Tahir.
     
Karena itu, dalam penerbangan perdana dari Denpasar ke Brisbane 13 Desember mendatang, pihaknya berencana menyertakan para wakil media dan biro perjalanan dari DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sebaliknya pada penerbangan Brisbane-Denpasar pada 14 Desember, pihaknya juga mengundang para wakil dari 15 biro perjalanan dan setidaknya delapan penulis wisata (travel writers) Australia.
     
Manajemen Garuda Indonesia menutup sementara waktu rute penerbangan Denpasar-Brisbane sejak Januari 2007 sebelum memutuskan untuk kembali melayani rute penerbangan tersebut mulai 13 Desember 2008. Garuda akan melayani tiga kali penerbangan Denpasar-Brisbane PP dalam seminggu dengan Airbus 330 berkapasitas 300 tempat duduk.
     
Dalam penerbangan perdananya, Garuda bernomor penerbangan GA-712 terbang dari Denpasar Bali ke Brisbane pada 13 Desember. Pada 14 Desember pukul 09.30 pagi, Garuda dengan nomor penerbangan GA-713 berangkat kembali ke Denpasar.
     
Untuk tahap awal Garuda direncanakan melayani penerbangan tiga kali seminggu dari Brisbane ke Denpasar yakni Selasa, Jumat dan Minggu. Diharapkan jumlah wisatawan Australia ditargetkan meningkat dibanding 2007 yang tercatat 314.432 orang.


MBK
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
priyanto @ Senin, 1 Desember 2008 | 21:17 WIB
garuda HRS berubah total utk perbaiki image kalau mau bersaing dng maskapai lain. meski pelayanan gak bgs, tiket garuda biasanya lbh mahal drpd maskapai LN lain. Utk domestik garuda paling mhl, sayangnya maskapai lain lbh jelek, shg orang tetap pakai garuda, domestik gak ada pilihan lain
martha riana @ Selasa, 25 November 2008 | 10:20 WIB
ya lumayan daripada harus naik pesawat orang lain, muter2 dulu kebrunei baru kebrisbane....btw lebih mahal pa lebih murah ni.....
zulkifli @ Selasa, 18 November 2008 | 10:23 WIB
Mudah2an Garuda bisa melangkah dengan baik tentunya dengan menarok the right man in the right position, kalau perlu jangan segan2 memakai tenaga ahli dibidangnya, gak usah malu kita memang masih kurang berdaya dibidang ini.
zulkifli @ Selasa, 18 November 2008 | 10:23 WIB
Mudah2an Garuda bisa melangkah dengan baik tentunya dengan menarok the right man in the right position, kalau perlu jangan segan2 memakai tenaga ahli dibidangnya, gak usah malu kita memang masih kurang berdaya dibidang ini.
usman @ Selasa, 18 November 2008 | 03:04 WIB
Wah sukur deh akhirnya Garuda bisa kembali mengudara, kesian dah lama diam dalam sangkar... ga usah ke eropa atau amerika yang dekat2 aja deh, yang penting lancar...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
72