JAKARTA, JUMAT — Operasi Mabes Polri terhadap kejahatan jalanan dan premanisme sejak 2 November hingga kini terus menuai kritikan dari berbagai kalangan. Mereka menilai Mabes Polri melakukan operasi ini guna mengalihkan perhatian masyarakat dari pembalakan liar dan perjudian yang hingga kini belum tuntas. Sebagian lainnya mengatakan, hal ini hanya terkait terpilihnya kapolri baru dan tidak akan berlangsung lama.
Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Abubakar Nataprawira mengatakan, hal ini sah-sah saja dan tidak dilarang. "Dijelek-jelekan atau tidak, operasi ini akan terus berjalan," ujar Abubakar, Jumat (14/11) di Mabes Polri, Jakarta.
Abubakar menegaskan, pemberantasan premanisme merupakan komitmen kuat dari Kapolri Bambang Hendarso Danuri. "Kapolri hanya ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyat kecil yang kerap kali dirugikan oleh aksi premanisme," ujarnya.
Pemberantasan ini juga dilakukan terkait pengamanan pemilihan umum anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden 2009. Dia mengatakan, operasi ini baru akan dihentikan jika premanisme dan kejahatan jalanan sudah tidak ada lagi di Indonesia.