Pemilihan Gubernur Jatim Putaran Kedua Digelar Hari Ini
Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (atas), akan bertarung dengan pasangan Khofifah Indar Parawangsa-Mujiono (bawah) dalam pemilihan gubernur Jawa Timur putaran kedua.
Selasa, 4 November 2008 | 06:32 WIB

SURABAYA, SELASA - Logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran kedua baru didistribusikan dari Panitia Pemilihan Kecamatan ke Panitia Pemungutan Suara pada Senin (3/11). Akibatnya, karena kekurangan logistik berupa formulir tertentu, ada Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota yang menggandakan sendiri.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Didik Hendro, Senin di Mojokerto, mengatakan, pihaknya menyikapi kekurangan beberapa formulir dengan menggandakan sendiri. Kekurangan itu terjadi pada formulir C6, C, D, dan DA.

"Kami sudah melaporkan kekurangan kira-kira seminggu lalu, tetapi pada H-3 belum dikirim. Karena waktunya semakin sempit, kami sikapi saja dengan memfotokopi formulir. Lagi pula jumlahnya tidak banyak," kata Didik.

Menurut Didik, semestinya Senin siang logistik sudah menyebar ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan malamnya di tempat pemungutan suara (TPS).

Secara terpisah, anggota KPU Surabaya, Fordinal Sihombing, mengatakan, logistik untuk putaran kedua baru lengkap diterima KPU Surabaya pada Sabtu (1/11). Beberapa logistik yang kurang, seperti formulir dan surat suara, sudah ditambahkan. "Terakhir, logistik yang masih kurang dikirimkan tadi malam (2/11) dan hari ini (3/11) sudah di desa/kelurahan dan TPS," katanya.

Sementara itu, untuk tiga kloter jemaah haji yang akan berangkat melalui embarkasi Surabaya, KPU Surabaya juga memfasilitasi dengan empat TPS khusus. Jemaah itu terdiri atas 904 anggota jemaah asal Bojonegoro, 224 anggota jemaah dari Probolinggo, 145 anggota jemaah dari Batu, dan 67 anggota jemaah dari Surabaya.

Menurut anggota KPU Jatim, Arief Budiman, semestinya sudah tidak ada kekurangan logistik. Sebab, laporan kekurangan hanya sampai Sabtu (1/11). "Sejak kemarin (2/11) dan hari ini (3/11) sudah tidak ada laporan kekurangan," ujarnya.

Pemilihan gubernur putaran kedua ini diikuti 29.280.470 pemilih yang terdiri atas 14.369.596 pemilih laki-laki dan 14.910.874 pemilih perempuan. Untuk lebih dari 29 juta pemilih itu disediakan 62.859 TPS, termasuk 216 TPS khusus.

Pelanggaran

Pelanggaran kampanye pada masa tenang tanggal 1-3 November terus terjadi. Iklan pasangan calon kepala daerah Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) masih disiarkan di salah satu stasiun televisi lokal di Jatim.

Ketua Panwas Pilkada Jatim Sri Sugeng Pujiatmiko di Surabaya menegaskan, penyiaran iklan pasangan calon kepala daerah pada masa tenang merupakan pelanggaran. Untuk itu, Panwas Pilkada Jatim hari ini menyampaikan surat rekomendasi pelanggaran kampanye kepada KPU Jatim dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim.

Ketua KPID Jatim Fajar Arifianto kemarin menambahkan, KPID Jatim sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada JTV untuk klarifikasi masalah itu pada Rabu (5/11). "Bila JTV melanggar aturan, kami akan mengenakan sanksi, mulai sanksi administratif, seperti teguran, hingga yang lebih berat," tutur Fajar.

Martono, Koordinator Tim Pemenangan Karsa, membantah iklan melanggar aturan dan mencederai demokrasi. Sebab, menurut dia, iklan tidak memenuhi unsur ajakan untuk mencoblos secara eksplisit. "Iklan itu hanya mengabarkan apa yang akan terjadi. Buat kami, sosialisasi dan kampanye itu berbeda," ujarnya.

Sri Sugeng menambahkan, pelanggaran masa tenang dilakukan kedua pasangan calon. Hari Minggu, Khofifah menghadiri pertemuan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan kader-kadernya di Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Hal serupa dilakukan Soekarwo di pergelaran wayang untuk peringatan ulang tahun Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Minggu (2/11) dini hari.

Selain itu, kata Sri Sugeng, pegawai negeri sipil dari Bakesbang Jember dan Situbondo mengumpulkan camat serta membagikan rokok bergambar pasangan Karsa. Untuk pelanggaran itu, proses hukum ditangani panwas kabupaten/kota bersama kepolisian dan KPU kabupaten/kota.

Mengharapkan damai

Di Malang, kemarin, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menyatakan harapannya agar pemilihan kepala daerah putaran kedua di Jawa Timur yang akan digelar hari Selasa ini berjalan damai. Jika timbul persoalan, semua pihak diharapkan menyelesaikannya dengan proses hukum yang berlaku. (DIA/INA)



Sumber : Kompas Cetak
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
riri @ Selasa, 2 Desember 2008 | 15:05 WIB
Knapa ibu rasanya gak rela yah klo pak karsa yang menang????????
dewi @ Rabu, 12 November 2008 | 15:22 WIB
sudahlah bu akui saja kekalahannya tidak usah mencari-cari alasan memang ibu sudah kalah, akui saja bahwa lawan ibu memang lebih dpercaya oleh rakyat justru sikap ibu yg seperti ini mengadu domba rakyat, ibu mencari pembenaran utk diri ibu sendiri kacian deh lo...........
Hari sunarto @ Selasa, 4 November 2008 | 12:18 WIB
aku plih karsa wae.....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4