Pangeran Charles : Agama Dapat Atasi Kemiskinan
Pangeran Charles dengan menggunakan pesawat Kerajaan Royal Air Force di sambut Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull (kanan) di Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (1/11). Kedatangan Pewaris tahta Kerajaan Inggris, Prices of Wales di Jakarta untuk memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mengunjungi Masjid Istiqlal. Selanjutnya ia akan bertemu Sri Sultan HB X di Yogyakarta serta mengunjungi kota Jambi melihat konservasi hutan hujan Harapan.
Sabtu, 1 November 2008 | 18:03 WIB

JAKARTA, SABTU-Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles Philip Arthur George (60), ingin menegakkan hubungan antaragama, khususnya antara Islam dan Katolik, serta melakukan dialog harmonisasi kedua agama tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang bersama Tarmizi Taher, Azyumardi Azra, melakukan pertemuan dengan Pangeran Charles di Masjid Agung Istiqlal, Jakarta, Sabtu (1/11).

Menurut Din, ada satu pandangan menarik dari pangeran yang bergelar Prince of Wales itu. "Pangeran Charles menegaskan bahwa nilai-nilai kebijaksanaan tradisional (traditional wisdom) agama-agama di dunia dapat membantu mengatasi musuh bersama dunia, seperti kemiskinan dan
keterbelakangan," ujar Din.

Kepada penerus kerajaan Inggris itu, para tokoh Islam tersebut menegaskan bahwa corak Islam Indonesia sangat majemuk.  Din juga mengatakan bahwa organisasi-organisasi Islam besar terus mengawal watak sejati Islam tersebut.

Kunjungi Vatikan


Din juga mengatakan, dirinya bersama 20 tokoh Islam dunia lainnya, akan menemui Paus Benediktus di Vatikan, Italia, tanggal 4-5 November mendatang untuk membicarakan kerja sama antaragama, antarkeyakinan, dan antarperadaban. Hal ini, tambahnya,  telah menjadi gaya baru di dunia moderen.


HIN
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25