Iklan dengan Sosok Pahlawan, PKS Diprotes
Rabu, 29 Oktober 2008 | 15:12 WIB

JAKARTA, RABU — Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) melayangkan protes atas iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menampilkan tokoh-tokoh pahlawan nasional, seperti KH Ahmad Dahlan, (pendiri Muhammadiyah) dan KH Hasyim Asyhari (pendiri Nahdlatul Ulama).

GMMN menilai, penampilan tokoh-tokoh tersebut hanya digunakan untuk menarik suara rakyat. "Hal ini merupakan penipuan politik. Kami meragukan apakah azas yang diusung oleh PKS sewarna dengan Hasyim Asyhari, pendiri NU," ujar Dendy, anggota PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Rabu (29/10) di Kantor PBNU, Jakarta.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Idy Muzayyad. "PKS cenderung melakukan kegiatan kampanye politik di media massa dengan mendompleng ketokohan yang memiliki barisan pengikut. Jelas bahwa aliran PKS adalah Wahabi, sedangkan Hasyim Asyhari adalah Sunni. Hal ini tentu akan membingungkan. Saya merasa ada unsur kesengajaan untuk membiaskan penokohan ini oleh PKS," ujarnya.

Dendy menegaskan, pihaknya akan segera melayangkan surat protes keras terhadap penayangan tokoh tersebut kepada pengurus PKS. "Kami akan mengimbau yang bersangkutan untuk menghentikan tayangan iklan politik tersebut," tuturnya.


HIN
Share on Facebook
Nilai 3.5 A A A
Ada 30 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
erni zuhriyati @ Selasa, 9 Desember 2008 | 10:19 WIB
bercermin pada sejarah, seorang yang punyai ketulusan niat dan jiwa akan tetap abadi sepanjang masa walaupun ia tidak berkuasa. Sebaliknya walaupun berkuasa ia hany menjadi catatan kecil, bukan tinta emas yang harumnya melebihi kasturi. Yakinkan pada hati nuranimu, bahwa anda akan benar mampu memegang amanah penguasa. Yakinkan seluruh komponen bangsa sadar akan kondisi bangsa. Penguasa bukan segalanya, didiklah rakyat dengan kebeningan hati, kemajuan bangsa bukan hanya karena peran penguasa yang
AYIE @ Senin, 17 November 2008 | 07:16 WIB
Inilah orang orang yang engak mau maju2,maunya...indonesia bodoh terus jadi bangsa kuli.sedikit...sedikit...tokoh saya,sedikit-sedikit tokoh saya.Tokoh saya kok sedikit???
yan @ Sabtu, 15 November 2008 | 11:11 WIB
semua partai tujuan sama cuma untuk kepentingan partainya sendiri...hidup Persib.....
widi @ Rabu, 12 November 2008 | 21:09 WIB
PKS emang hebat.... maju terus PKS....!!!
tulus @ Rabu, 12 November 2008 | 20:18 WIB
Menurut saya pribadi sih semua tokoh dan pahlawan nasional adalah milik warga negara Indonesia. Siapapun boleh menjadikannya panutan ataupun ketokohannya. Kenapa harus dipersoalkan???????
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1