JAKARTA, SELASA - Nilai rupiah terhadap dolar diperkirakan akan kembali stabil seiring dengan masuknya dana-dana asing ke dalam negeri. "Rupiah akan stabil karena akan ada valas-valas yang masuk," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, di DPR, Jakarta, Senin (27/10) malam.
Boediono mengatakan saat ini harga saham sangat murah, apalagi banyak perusahaan bagus dan menarik. Hal tersebut akan menarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya. "Secara bertahap akan membaik. Permasalahannya hanya masalah percaya diri saja, itu akan kembali secara perlahan. Tapi harapan kita terjadi dengan pasti," kata Boediono.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan untuk menjaga nilai rupiah, BI tengah melakukan stabilisasi pasar. "Upaya stabilisasi kita lakukan memang supaya kalau meluncur tidak terlalu cepat. Nah itu yang sudah kita lakukan sampai sekarang," kata Hartadi.
Hartadi menilai, penurunan nilai rupiah terujadi karena gejala krisis keuangan global saat ini, Tidak hanya di Indonesia, penururnan nilai mata uang (depresiasi)juga terjadi di negara lain, seperti Thailand yang mengalami depresiasi sekitar 15-16 persen, dan Korea yang depresiasi sekitar 35 persen. "Kita sekarang masih 7-8 persen. Artinya masih oke," tuturnya.
Lebih lanjut Hartadi berharap situasi global akan membaik, sehingga kondis perekonomian dalam negeri juga akan kembali normal lagi.