SBY Merasa Difitnah Pansus Orang Hilang
Susilo Bambang Yudhoyono
Selasa, 21 Oktober 2008 | 03:44 WIB

JAKARTA, SENIN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa tidak nyaman dengan keberadaan kabar yang mengaitkan dirinya pada kasus penculikan aktivis 1997/1998 saat menjabat sebagai Assospol Kassospol ABRI. Tak ingin berhembus liar, SBY melakukan rapat kabinet secara maraton untuk mengklarifikasi kasus penculikan sembilan orang aktivis 1997/1998 ini.

Semula sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/11) secara khusus Presiden Yudhoyono mengundang Menko Polhukam Widodo AS, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kepala BIN Syamsir Siregar, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Memakan waktu selama dua jam, pertemuan para menteri bersama kabinet seolah terkunci rapat. Sejumlah menteri menutup rapat-rapat ihwal pertemuan itu.

Selang berapa jam kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, Presiden Yudhoyono kembali menghimpun barisan anggota kabinet. Kali ini mengundang Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang baru saja pulang dari negeri Belanda, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa.

Hampir sama dengan pertemuan awal, rapat pun memakan waktu selama dua jam. Bedanya, tiga pembantu SBY yakni Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dengan lugas membantah kabar negatif yang menyelimuti SBY terkait orang hilang ini.

"Saya berikan penjelasan pertama bahwa selama karir militer SBY sama sekali tidak terkait dengan kasus orang hilang itu," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi memberi penjelasan. Menurut Sudi, Presiden Yudhoyono sangat prihatin dengan adanya pernyataan tidak sehat yang telah muncul beberapa hari terakhir melalui media massa.

"Ini sangat sarat berisi fitnah dan character assasination dan berupa politik gelap mata," ungkapnya. Untuk itu, lanjut Sudi, Kepala Negara mengajak dan berharap setiap insan politik untuk menghindari politik gelap mata seperti itu dan membangun etika poltik yang dewasa.

Lebih lanjut Sudi membantah, bila langkah Presiden siang dan malam tersebut sebagai bentuk kepanikan dalam menyikapi isu politik yang berhembus di Indonesia, terutama Jakarta. Sudi menjelaskan, pembiaran kabar buruk seputar SBY tentang orang hilang yang simpang siur justru seolah-olah menegaskan bahwa selama ini aparat penegak hukum tidak bekerja, keadilan, dan hukum tidak ditegakkan.

"Kita justru memberi penjelasan dengan data dan fakta, langkah-langkah yang telah dilakukan berkaitan dengan proses hal itu," tukasnya. Namun, ia mengatakan Presiden hingga kini tidak berminat untuk memproses hukum pengembus isu dirinya pada kasus orang hilang.

"Saya kira kita masih banyak lain yang harus kita kerjakan. Saya kira tidak perlu melakukan tindakan hukum atau menuntut balik hal-hal seperti itu," jelasnya.(Persda Network/ADE)



Sumber : Persda Network
Share on Facebook
Nilai 7 A A A
Ada 15 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
livi @ Rabu, 22 Oktober 2008 | 22:16 WIB
Dari semua presiden Indonesia yg pernah ada, pak SBY adalah profil figure pemimpin yg terbaik yg bisa dibanggakan. Sayang sekali, saat bapak diangkat, musibah terjadi dimana2 n bapak tdk cukup punya keberanian utk bertindak tegas. Jaim org bilang. Jadi saya tdk mau pilih bapak lagi untuk capres berikutnya.
timek @ Rabu, 22 Oktober 2008 | 05:39 WIB
pak sby,.. rakyat sudah tau maksud dibalik isu itu, tidak usah terjebak dgn isu2 yang tidak bermartabat dalam politik. lawan2 politik anda sudah kebahisan akal untuk menjegal anda. terima kasih pak sby, maju terus pantang mundur, teruskan perjuangan, tegakkan NKRI, tak sejengkal tanahpun yang bisa lepas dari genggaman NKRI, rakyat berada dibelakangmu,...
sari @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 21:57 WIB
karma tu pak SBY..makanya jangan fitnah orang kalo ga mau difitnah..ga enak kan rasanya difitnah?
tonk @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 20:24 WIB
bagaimanapun, korban yang diculik dan dihilangkan selama ini harus diungkap oleh pemerintah yang berkuasa!!! bila tidak, hantu mereka akan tetap hidup sebagai komoditas politik.
bAgonK @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 19:56 WIB
nggak usah digubris, dpr kurang kerjaan aja..alih2 ngurusin ekonomi yg lagi kaco gini malah cari maslah baru...buat mas Prabowo maju terus..bagaimanapun juga yg terbaik yg akan menjadi pilihan rakyat
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1