JAKARTA, RABU - Ribuan menara seluler atau menara base transceiver station (BTS) di Jakarta akan ditertibkan agar Jakarta tak menjadi hutan menara. Pemprov DFJ memberi waktu hingga Agustus 2009 bagi para operator untuk menyesuaikan dengan ketentuan penggunaan menara bersama.
Tak lama lagi, peraturan gubernur mengenai cell coverage planning atau perencanaan cakupan seluler, yang mengatur juga lokasi dan jumlah menara, bakal keluar. Berdasarkan pertimbangan aspek teknis, ada 861 lokasi yang diizinkan sebagai lokasi pendirian menara dengan jumlah antena maksimal 2.350 buah.
Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, lokasi dan jumlah menara selular di Jakarta harus dibatasi demi keamanan, keselamatan, dan estetika tata ruang kota. "Bahkan, ke depan kita tidak lagi menggunakan menara yang tinggi-tinggi tapi cukup yang pendek dan dengan memanfaatkan jaringan serat optik," ujarnya di Balai Kota, Selasa (14/ 10).
Berdasarkan data Dinas Tata Kota DKI, saat ini jumlah menara seluler di Jakarta mencapai 3.124 buah. Bahkan kemungkinan lebih dari 4.000 buah bila menara yang dibangun tanpa izin ikut dihitung. "Di kota-kota besar di luar negeri, tidak ada hutan menara seperti di Jakarta. Dengan jaringan serat optik, jadi, lebih ringkas karena cukup ditempel di gedung, di tiang bendera, atau ornamen kota," ujar Fauzi.
Namun, Fauzi juga mengatakan penerapan jaringan serat optik di Jakarta harus dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan jaringan yang tersedia saat ini. Untuk itu, pemprov menerapkan penggunaan menara bersama sampai jaringan serat optik meng-cover seantero Jakarta.
Asisten Pembangunan DKI Sarwo Handayani mengatakan, dalam tiga bulan ke depan, Pemprov melakukan sosialisasi kepada para operator telepon seluler terkait rencana penggunaan menara bersama. Pemprov memberi waktu hingga Agustus 2009 bagi para operator untuk mengikuti ketentuan tersebut.
Menanggapi rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membatas menara BTS, Myra Junor, General Manager Corporate Communications Excelcomindo Pratama (XL), mengatakan bahwa pihaknya, sampai kemarin, belum tahu.
"Kami belum tahu titik atau lokasi BTS mana saja yang akan dibongkar. Itu penting kami ketahui karena, sebelum melakukan pembongkaran, operator harus menyiapkan ke BTS lain agar komunikasi tidak terganggu," ujar Myra. Myra menambahkan, BTS yang dimiliki XL juga sudah dimanfaatkan oleh operator seluler lain. Saat ini, jumlah BTS XL yang ditawarkan kepada operator lain mencapai 80 BTS. (Warta Kota/dra/ang)