Polri Segera Rombak Sistem Pendidikan
Jenderal (Pol) Sutanto menyerahkan Pataka Tri brata Polri kepada Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, saat serah terima jabatan.
Video
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 20:28 WIB

JAKARTA,SABTU-Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Polri akan segera merombak sistem pendidikan Polri mulai dari jenjang bintara hingga perwira menengah.

"Saya memberikan batas waktu hingga akhir Desember 2008 bagi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) untuk merumuskan kembali pola pendidikan," katanya di Jakarta, Sabtu (11/10).

Ia mengatakan, jika nantinya selesai maka mulai 2009, wajah pendidikan Polri akan berubah tidak saja bahan pengajaran, kurikulum tapi juga tenaga pengajar. "Lembaga pendidikan akan berubah secara mendasar," katanya.

Lembaga pendidikan yang dimiliki Polri adalah Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Polisi Negara (SPN), Sekolah Staf Perwira Pimpinan (Sespim), Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) dan Sekolah Sfaf Perwira Tinggi (Sespati). Yang perlu mendapatkan perhatian Kapolri adalah SPN karena lembaga pendidikan akan menghasilkan bintara polisi yang nantinya menjadi ujung tombak di masyarakat.

"Dari 390 ribu polisi, 330 ribu diantaranya adalah bintara. Kalau mau berbenah dulu maka SPN yang harus berbenah," katanya. Menurut Kapolri, hingga kini ia masih sering mendengar baik lewat orang maupun SMS yang menyatakan bahwa masih ada pungli untuk masuk SPN di beberapa Polda.

"Hal-hal semacam ini tidak boleh ditolerir dan harus ditertibkan. Bagaimana pembenahan, itu nanti akan jadi tugas Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan,"" ujarnya. Dari beberapa lembaga pendidikan yang ada, Kapolri menilai baru Akpol yang telah melakukan perubahan hingga mendapatkan ISO 9000: 2001 untuk sistem managemen mutu.

Selain itu, Polri juga akan menerapkan tes khusus bagi anggota reserse agar kasus salah tangkap dan salah identifikasi tidak terjadi. "Untuk masuk reserse ya harus lulus pendidikan dasar. Tidak bisa lagi jika untuk reserse tanpa perlu pendidikan reserse. Ini penting agar mereka tahu apa yang dikerjakan dan tahu bagaimana cara melakukan identifikasi," ujarnya.


ONO
Sumber : Ant
Share on Facebook
A A A
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
romeo @ Senin, 13 Oktober 2008 | 01:47 WIB
Pak Danuri, saya yakin rakyat senang dengan ren-cana-2 kerja anda utk mengangkat citra polisi kita. Saya saran, dimanapun Organisasi Polri diletakkan - yang penting adalah Pengabdian Polri kpd rakyat Indonesia. Karena Polri itu milik Rakyat - dibangun untuk mengabdi. Itu yg akan membuat polisi besar dimata Rakyat kita.
Adnan @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 19:13 WIB
Yang diperlukan oleh POLRI adalah pendidikan moral. Perikrutan juga harus diganti supaya tanpa sistim uang suap. Sekarang, setiap personel POLRI telah memberikan uang suap. Bagaimana bisa mengajarkan moralitas dan memberi contoh kepada masyarakat kalau hati huranti POLRI sudah merasa kotor? Jadi harus dimulai dari akarnya.
yuli @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 16:01 WIB
maju terus pantang mundur, babat brigadir yang jadi "maling" dan "perampok dibawah"
Tuslichah @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 14:50 WIB
Masa sih rombak?Emangnya yang dulu2 jelak amat. Lebih bijaksana bila istilahnya disebut sebagai 'penyempurnaan' dari yang sdh baik. Masa sih yang dulu jelek semuanya.
korfie @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 14:49 WIB
masyarakat perlu mencatat janji-janji yang penuh harapan ini, tapi jangan lengah untuk melakukan kontrol terhadapa lembaga negara milik rakyat ini.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1