Lobi RUU Pilpres Belum Juga Capai Titik Temu
Ferry Mursyidan Baldan
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 18:16 WIB

 

JAKARTA, SABTU - Lobi antar 10 fraksi dalam pembahasan RUU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung Jumat (10/11) malam kemarin belum mengerucut. Lobi terkait dua poin yang belum disepakati, yaitu soal ketentuan syarat untuk mengajukan calon presiden dan boleh tidaknya Presiden dan Wapres menjadi pimpinan partai.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan kepada Kompas.com, Sabtu (11/10) petang. Mengenai angka prosentase sebagai syarat mengajukan calon presiden, kata Ferry, masih belum menemui titik temu. "Masih direntang antara 15 sampai 30 persen. Tapi ya, siapa yang mengusung angka berapa, semuanya harus bergerak. Kalo nggak ada yang mau bergerak ya nggak akan ketemu-ketemu angkanya," kata Ferry.

Pada Rabu (15/10) malam mendatang, akan menjadi lobi terakhir. Ferry mengatakan, seluruh fraksi sepakat pada lobi terakhir itu akan diupayakan didapat kesepakatan untuk menghindari voting dalam pengambilan keputusan di paripurna. RUU Pilpres ditargetkan akan diparipurnakan sebelum masa sidang berakhir pada tanggal 24 Oktober mendatang.

 

 


ING
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Elvi Juliansyah @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 11:30 WIB
Sebaiknya Undang-Undang Pilpres dibuat untuk siapa dan kepentingan siapa, tapi yang penting adalah bagaimana untuk mewujudkan masyarakat adil sejahtera dengan Presiden yang berkualitas baik.
orangawam @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 04:20 WIB
Negarawan dan politikus Sebelum menjabat, seseorang boleh menjadi politikus untuk kepentingan partai tetentu. Presiden dan Wapres adalah negarawan. Jelas sangat keliru bila presiden atau wapres masih mengurusi partai, seperti yang selama ini dilakukan.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS