Prabowo : Kita Tak Butuh Bursa-bursaan
Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada calon legislatif (caleg) dan kader partai dalam pembukaan orientasi Candradimuka 1 di Lapangan Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (11/10). Konsolidasi partai baru ini diikuti 1.349 calon legislatif (caleg) dan kader dari seluruh Indonesia.
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 17:30 WIB

 

JAKARTA, SABTU - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mentatakan penutupan bursa saham di Bursa Efek Jakarta sejak Rabu (8/10) tidak menjadi perhatian partainya.  "Kita tidak kenal bursa-bursaan, Biar saja bursa tutup, Tidak pateken, Kita hanya akan mengurus sawah, kita hanya akan mengurus jagung. Kita akan capai swasembada pangan dan energi," kata mantan Danjen Kopasus semasa Presiden Soeharto itu dalam pembekalan caleg dan kader Partai Gerindra di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (11/10).

Partai baru yang masih muda ini juga akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 15-16 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC). Menghadapi pemilu tahun depan Partai ini tidak menargetkan jumlah kursi namun akan berjuang maksimal. "Kita akan raih sebesar-besarnya. Pokoknya kita akan bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat," tegasnya.

 


DS
Nilai 5.06 A A A
Ada 64 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
orangbodoh @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 11:12 WIB
karena ora ngerti ngurus saham , ya ngurus petani ajee....hikz
nia @ Rabu, 15 Oktober 2008 | 08:37 WIB
saya tidak sependapat dengan komentar pak prabowo , bahwa kita tidak butuh bursa-bursaan. Perlu dipikirkan lagi dan jangan terlalu ekstreem lah kalau berkomentar...di zaman semaju ini masa indonesia ga butuh bursa.... memajukan pertanian boleh-boleh aja...saya sangat setuju dengan ide swasembada , tapi kita juga harus realistis toh pak...
pengamat @ Selasa, 14 Oktober 2008 | 14:57 WIB
banyaknya orang yang komentar baik pro dan kontra di posting ini menunjukan prabowo sebagai figur yang bisa diterima oleh yg pro dan menimbulkan rasa penasaran bagi yang kontra, BTW, maksud prabowo maybe negara akan kuta ekonominya bila sektor riil spt pangan sudah kuat basisnya, be logic Maslow Law said first is survival
janoko @ Senin, 13 Oktober 2008 | 19:54 WIB
kang tyo harry...jangan prnh lupakan social capital. china, jepang dan korsel maju krn pmrthnya mampu menggerakkan social capital dlm pembangunan. china dgn home industri, jepang dgn budaya disiplin dan pantang menyerah (bushido) dan korsel dgn rasa nasionalisme yg kuat. bursa hy salah satu mekanisme keu global terkait dgn investasi asing. ekspor-impor lbh terkait pada GATT and WTO.
ferdianto tjahyadi @ Senin, 13 Oktober 2008 | 17:50 WIB
Ga pateken ? Apa bener, hanya mau ngurus sawah, ngurus jagung ? Lha kasihan deh, yang biasa makan nasi dari beras, nanti swasembada jagung, ganti menu makan nasi jagung !!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS