Atasi Krisis Darah, Pemprov DKI Gelar Donor Darah
Jumat, 10 Oktober 2008 | 05:34 WIB

JAKARTA, JUMAT - Pemprov DKI berupaya membantu krisis darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta dengan menggelar donor darah sukarela, Jumat (10/10) ini di balai kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Donor darah dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov DKI, Purba Hutapea, mengatakan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan DKI diimbau berpartisipasi mendonorkan darahnya. "Bagi PNS yang sehat dipersilakan ikut mendonor-kan darahnya," kata Purba, Kamis (9/10). Wakil Gubernur DKI, Prijanto, telah mengimbau agar seluruh jajarannya menggelar aksi donor darah serupa di masing-masing kantor wilayah kota.

Kemarin, petugas PMI Jakarta telah melakukan persiapan pelaksanaan donor darah di Balai Agung. Sekitar 15 velbed (tempat tidur) ditata di ruangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan resmi Pemprov DKI tersebut.

Menurut seorang petugas PMI Jakarta yang ditemui Warta Kota, hingga kemarin stok darah masih kosong. Pihaknya mengharapkan masyarakat dapat mulai mendonorkan darahnya untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan masyarakat yang mebutuhkan. "Darah masih kosong. Kita nggak punya stok lagi," ujar petugas PMI tersebut. Dia berharap donor darah sukarela seperti yang digelar Pemrov DKI dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Makin ramai
Sementara itu, ratusan warga yang membutuhkan darah untuk keluarganya yang sakit masih memadati kantor PMI DKI di Jalan Kramat Raya No 47, Jakarta Pusat, kemarin.

 Dari pengamatan Warta Kota, jumlah orang yang datang dan membawa donor untuk keluarganya yang sedang sakit lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bahkan tenda besar dengan tempat duduk plastik yang didirikan di halaman kantor PMI tak cukup menampung ratusan oarng yang datang. Mereka akhirnya duduk-duduk dan beristirahat di lantai depan kantor.

Tria (31), warga Johar Baru, Jakarta Pusat, mengungkapkan sejak pukul 09.00 sudah menunggu di kantor PMI DKI sebagai donor untuk ibunya, Siti (55) yang tengah dirawat di RSCM karena menderita sakit paru-paru. Selain dirinya, Tria juga membawa sepupunya yang juga akan menjadi donor untuk ibunya. Hingga pukul 13.00, kata Tria, pihak PMI baru melakukan pengecekan darah untuk dirinya dan sepupunya.

Padahal, ia membawa surat rekomendasi dari dokter RSCM agar mendapatkan darah bagi ibunya secepatnya. "Banyaknya warga yang datang membuat kami harus menunggu cukup lama untuk memastikan mendapatkan darah buat ibu saya," katanya.

Ia mengungkapkan, paling lambat Jumat (10/10) pagi, ibunya sudah harus menerima transfusi darah komponen plasma. "Dokter baru bilang, ibu saya butuh darah 500 cc Kamis pagi. Katanya, besok pagi (Jumat) kami sudah harus mendapatkan darah agar pengobatan lanjutan bisa dilakukan," ujarnya.

Kepala Humas PMI DKI (plh), Harry Harsono, mengatakan Kamis kemarin jumlah warga yang mengajukan diri menjadi donor memang lebih banyak dari biasanya. Menurutnya, sampai pukul 13.00, tercatat 647 donor yang sudah diambil darahnya. Rabu lalu, jumlah pendonor yang dibawa warga mencapai 517 orang.

Menurut Harry, imbauan Prijanto agar masyarakat mau menyumbangkan darahnya tampaknya cukup efektif. Ini terbukti dengan adanya 132 warga masyarakat yang datang dan menjadi pedonor suka rela. "Hari sebelumnya, yakni sejak Senin, pedonor suka rela tak terlalu banyak," ujarnya. Ia mengharapkan jumlah donor sukarela makin banyak guna menutupi stok darah yang kian menipis.

Mulai Kamis kemarin, lima mobil unit keliling PMI DKI untuk donor sudah dioperasikan. Sebelumnya usai Lebaran hanya dua mobil unit keliling yang beroperasi. Ia membenarkan, Jumat hari ini digelar donor darah sukarela bagi PNS Pemprov DKI di Balai Agung. PMI DKI menargetkan mendapatkan 300 donor.

Menurut Kepala Humas RSCM, Poniwati Y, menipisnya stok darah di PMI DKI belum terlalu berpengaruh pada pasien yang dirawat di RSCM. "Sampai kini belum terlalu berpengaruh dan masih bisa diatasi. Sebab setiap tahun setelah Lebaran hal seperti ini pasti terjadi," katanya.Menurutnya, RSCM memiliki seksi unit transfusi darah sendiri yang setiap hari ikut memantau stok darah di PMI DKI dan wilayah lainnya.

Hal serupa diungkapkan Kepala Bidang Perawatan RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Zuraidah. Ia mengatakan, dari 112 pasien rawat inap di RSUD Tarakan, hanya lima orang yang membutuhkan darah paska Lebaran. Kelima pasien tersebut, menurutnya membutuhkan darah karena hb darahnya rendah. "Keluarga pasien memang mengajukan donor pengganti dan sudah mendapatkan darah dari PMI DKI," katanya.

PMI Bogor
Wakil Ketua RS PMI Bogor, M Rizal Barnadi, menegaskan persediaan darah di rumah sakit yang dipimpinnya sampai Kamis pukul 09.00 dinyatakan habis. Darah yang tersedia sampai kemarin tercatat 55 kantong berbagai golongan darah milik pasien yang sudah menyiapkan donor pengganti.

Hal itu ditegaskan Rizal, karena beredar berita RS PMI Bogor masih memiliki persediaan darah cukup. Dikatakannya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bogor sejak Idul Fitri mengalami kelangkaan/kekosong an darah. Kebutuhan darah rata-rata 100 kantong/hari. Kekurangan darah ini akibat minimnya pedonor sejak puasa sampai Lebaran.

 RS PMI Bogor melayani 50 RS di Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Kini setiap keluarga pasien yang memerlukan darah diminta membawa donor. Stok darah sampai kemarin pukul 09.00, golongan A= 15 kantong, B= 15 kantong, AB= 5 kantong dan O=20 kantong. Jumlah itu pun sudah milik pasien yang membawa donor yang belum diambil. (dra/yos/bum/ wit)



Nilai 7 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile97
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS