
JAKARTA, KAMIS - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (9/10) dipastikan belum bisa dilanjutkan kembali menyusul penutupan sementara karena penurunan indeks yang terlalu besar, mencapai 10,38 persen, Rabu (8/10). Kemungkinan perdagangan akan dibuka Jumat (10/10), tapi itupun masih harus melihat kondisi regional.
Demikian disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara yang juga Menteri Keuangan Ad Interim, Sofyan Jalil, dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden di Kompleks Istana, Rabu malam. Rapat dihadiri antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pimpinan BUMN besar.
"Sampai besok (Kamis) kelihatannya masih ditutup karena masih dilihat dan dinilai kondisinya. Mungkin Jumat (perdagangan dibuka), tapi itupun masih dilihat kondisinya," ujar Sofyan.
Menurut dia, dalam ratas tersebut Presiden ingin mendengar langsung apa yang terjadi dan apa yang akan diupayakan oleh direksi BEI untuk melanjutkan sesi perdagangan. "Dari penjelasan BEI penghentian sementara sesi perdagangan itu sudah sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yaitu jika indeks turun 10 persen maka perdagangan bisa disuspen," tambahnya.