Dipastikan, Hari Ini BEI Masih Tutup
Petugas membersihkan lantai Bursa efek Indonesia.
Video

Kamis, 9 Oktober 2008 | 00:52 WIB

JAKARTA, KAMIS - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (9/10) dipastikan belum bisa dilanjutkan kembali menyusul penutupan sementara karena penurunan indeks yang terlalu besar, mencapai 10,38 persen, Rabu (8/10). Kemungkinan perdagangan akan dibuka Jumat (10/10), tapi itupun masih harus melihat kondisi regional.

Demikian disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara yang juga Menteri Keuangan Ad Interim, Sofyan Jalil, dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden di Kompleks Istana, Rabu malam. Rapat dihadiri antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pimpinan BUMN besar.

"Sampai besok (Kamis) kelihatannya masih ditutup karena masih dilihat dan dinilai kondisinya. Mungkin Jumat (perdagangan dibuka), tapi itupun  masih dilihat kondisinya," ujar Sofyan.

Menurut dia, dalam ratas tersebut Presiden ingin mendengar langsung apa yang terjadi dan apa yang akan diupayakan oleh direksi BEI untuk melanjutkan sesi perdagangan. "Dari  penjelasan BEI penghentian sementara sesi perdagangan itu sudah sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yaitu jika indeks turun 10 persen maka perdagangan bisa disuspen," tambahnya.


Suhartono
Share on Facebook
Nilai 8 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
yudi @ Kamis, 9 Oktober 2008 | 09:50 WIB
ngak apa apa mas.. negara bangkrut juga .. yang penting gaji naek terus .. 20% .. gaji 13 .. THR... uang sabetan... hayo apalagi hidup PNS
Jaya @ Kamis, 9 Oktober 2008 | 02:30 WIB
Baru ada kejadian bursa saham ditutup, gara-gara transaksinya terlalu banyak rugi. Jadi kita semakin tahu keadaan ekonomi sebenarnya di Indo. Karena bursa saham merupakan jendela yang paling jelas bagi keadaan ekonomi suatu negara. Kalau bursa saham jatuh bangkrut, berarti negaranya juga bakal bangkrut.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
18