Ambisi China Bangun Stasiun Antariksa Tahun 2020
Foto yang diambil dari siaran langsung di Pusat Perintah dan Kendali Ruang Angkasa Beijing, China, menunjukkan 3 taikonot usai keluar dari kapsul Shenzhou VII.
Senin, 29 September 2008 | 15:41 WIB

BEIJING, SENIN — China telah menetapkan tahap pengembangan program eksplorasi ruang angkasanya hingga dekade ke depan. Peluncuran wahana berawak Shenzhou VII yang membawa tiga orang taikonot, sebutan untuk angkasawan China, merupakan salah satu batu loncatan untuk pembangunan stasiun antariksa dan peluncuran misi ke Bulan.

"Kesuksesan misi menandai terobosan dan lompatan dalam pengembangan teknologi ruang angkasa China sebagai negara ketiga di dunia yang sanggup melakukan spacewalk," ujar Perdana Menteri China, Wen Jiabao, dari pusat kendali misi di Beijing usai pendaratan Shenzhou VII. Kapsul ruang angkasa Shenzhou VII mendarat mulus di padang rumput pedalaman Mongolia Minggu (28/9) sore setelah tiga hari di orbit Bumi.

Setelah sukses mengirimkan wahana berawak ke ruang angkasa untuk ketiga kalinya, China kini berambisi membangun stasiun antariksa. Target tersebut disampaikan jurubicara badan antariksa China (CNSA) Wang Zhaoyao.

"Stasiun tersebut akan dihuni manusia," ujarnya usai pendaratan kapsul wahana ruang angkasa Shenzhou VII. Sebelum membangun stasiun ruang angkasa, China akan lebih dulu meluncurkan laboratorium mini pada tahun 2011. Laboratorium ini belum siap untuk dihuni manusia.

Uji coba spacewalk atau kegiatan berjalan di luar wahana ruang angkasa merupakan salah satu tahap untuk menyiapkan hal tersebut. Pada peluncuran berikutnya, China akan menjajal teknologi docking otomatis untuk menggabungkan modul-modul di ruang angkasa.

Selanjutnya China juga berambisi mengirimkan misi ke permukaan Bulan. Namun, kapan dan bagaimana mereka akan melakukannya belum dijelaskan lebih lanjut.


WAH
Sumber : Xinhua
Nilai 4.94 A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
tommy @ Sabtu, 18 Oktober 2008 | 23:15 WIB
Karena Org2 indonesia pada sibuk Korupsi,sibuk beramtem,sibuk demo..Boro2 Mikirin keluar angkasa..untuk makan aja susaah...
monster @ Senin, 6 Oktober 2008 | 09:51 WIB
masalahnya banyak yang dieskport keluar, karena pemerintah or negara gak ada timbal baliknya ke orang yang membangun. contoh pajak, adakah perubahan dari pemerintahan yang terlihat dari penggalakkan pajak, atau kenyang buat pemerintahan aja? kaloq gak Bp. Habibie udah betah di Indo, dia aja bisa gak betah. Tanya Kenapa?
Luthfi @ Minggu, 5 Oktober 2008 | 11:50 WIB
Mknny, klo org pnter jgn d ekpor aj, tanamkan doktrin pada para pelajar kta bahwa kita harus brbakti pada negara,
irbona @ Sabtu, 4 Oktober 2008 | 19:20 WIB
Indonesia mah jauh di belakang. Urusin jual LNG Tangguh aja kebobolan USD75M u 25 tahun. Hutan habis. Gantinya banjir banyak. Kita cuma Berani Miskin.
adit @ Sabtu, 4 Oktober 2008 | 13:19 WIB
Cina aja bisa!!!!!! kenapa Indonesia tidak???/??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile54
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS