UU Pornografi Diundangkan, Bali Pesta Telanjang
Rabu, 24 September 2008 | 17:09 WIB

DENPASAR, RABU--Ratusan orang yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB), benjanji akan menggelar "pesta" telanjang bila RUU Pornografi dan Pornoaksi diundangkan di negeri ini.

"Bila RUU tersebut diundangkan, kami akan menggelar karya seni instalasi yang antara lain diselipi dengan adegan telanjang di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar," kata Koordinator KRB Drs IG Ngurah Harta, di Denpasar, Selasa.

Di tengah-tengah aksi unjukrasa menolak UU Pornografi dan Pornoaksi yang diikuti sekitar 750 anggota KRB, Ngurah Harta menyebutkan, "pesta" telanjang yang digelar tersebut akan dikemas ke dalam karya seni instalasi.

Masalahnya, dalam RUU tersebut, hanya karya seni, budaya dan prosesi ritual saja yang diperkenankan untuk diwarnai dengan berbau porno, ucapnya.

"Pasal 14 RUU tersebut secara jelas menyiratkan itu. Karenanya, kami akan berlaku porno atas nama seni budaya," ujar seniman yang kerap ambil bagian dalam menyutradarai sejumlah sinetron yang ditayangkan TV lokal.

Ngurah Harta yang juga pinisepuh perguruan seni bela diri Sandi Murthi itu mengatakan, bila berkaca pada pasal 14 RUU Pornoaksi tersebut yang kini kembali dicuatkan di tingkat dewan, maka seluruh pasal lainnya akan tidak mempunyai makna apa-apa.

Senada dengan Ngurah Harta, Gede Sugilanus, budayawan asal Bali, menyebutkan pasal-pasal yang lain akan mati jika semua pihak memanfaatkan pasal 14 dalam aktivitas yang konon berbau porno di masyarakat.

Selain ada pasal "pembunuh", RUU Pornografi juga sarat dengan muatan yang dapat mengancam disintegasi bangsa, karena aturan yang ada sangat tidak menghargai kebinekaan.

Mengingat itu, Sugilanus yang juga anggota Asosiasi Pemantau Anggota Dewan mengharapkan pemerintah dapat membatalkan RUU yang kini juga mendapat penolakan dari berbagai komponen masyarakat di sejumlah daerah.

"Jika pemerintah tetap memaksakan RUU tersebut untuk diundangkan, tidak akan membawa dampak yang menguntungkan selain sebaliknya, sangat merugikan," katanya.

Aksi demo ratusan anggota KRB tersebut, sempat diwarnai dengan aksi "penculikan" terhadap anggota dewan.

Ketua DPRD Bali IB Wesnawa dan wakilnya IG Adi Putra, serta merta dijemput pengunjuk rasa untuk bersama-sama turun ke jalan, menyerukan penolakan diberlakukannya UU Pornografi.

Dijemput di ruang kerjanya di gedung dewan di Denpasar, kedua wakil rakyat itu tidak keberatan digiring massa menaiki mobil bak terbuka yang dilengkapi aneka spanduk, bendera dan alat pengeras suara.

Turun ke jalan raya bersama ratusan demonstran, ketua dewan dan wakilnya tampak ikut meneriakkan yel-yel menolak RUU Pornografi untuk diundangkan.


JY
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 3.86 A A A
Ada 64 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
soepernova @ Jumat, 31 Oktober 2008 | 11:01 WIB
Tolong ya buat yang mendukung RUU pornografi, kalo belum ngerti ama draftnya jangan beri komen deh... kayak tong kosong nyaring bunyi aza!
andre @ Jumat, 31 Oktober 2008 | 08:39 WIB
Pemerintah kayaknya kurang kerjaan tuh....UU Pornografi aja yang diributkan ga selesai2. Mending urusin tuh krisis ekonomi....rakyat miskin, penganguran daripada buat UU yang ga jelas n membuat orang tidak bebas berekspresi.
Flowee @ Kamis, 23 Oktober 2008 | 15:08 WIB
Saya setuju banget sm Jins@.. Indonesia emang udah kacau balau gak karuan, gak ada untungnya tinggal di Indonesia. Gimana kalo yg setuju UU pornografi tinggal di P. Jawa n Sumatra aja, sedangkan yg MASIH WARAS pindah ke pulau lain n jadi negara sendiri or gabung sm negara2 maju yg lain. Siip kan....?
rusadi @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 13:30 WIB
Udah daripada ribut-ribut soal RUU Pornografi, bagi daerah yang tidak setuju dengan RUU buat negara baru aja ( berpisah dengan NKRI ), sudah masalahnya khan selesai, daripada ribut-ribut yang nggak ada untungnya / duitnya.
yosh @ Senin, 20 Oktober 2008 | 15:58 WIB
Indonesia tetaplah Indonesia. Kita berbudaya imur. Kita tahu sopan santun. Ga perlu ada UU, kita juga pasti ga mau telanjang, sudah malu sendiri. Yang mendirikan bangsa iniadalah seluruh bangsa Indonesia, bukan beberapa orang yang mencari uang dengan meributkan penyusunan UU yang berkepanjangan biar rakyat makin miskin, karena uang negara lari ke kantong2 untuk mengurus UU yang ga perlu. Pikirkan rakyat! Banyak yang ga peduli dengan kaya gituan, hanya peduli mereka bisa makan dan hidup layak :(
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
293