Bagian 25
Life in the Fast Lane: Are You Into F1?
Ilustrasi
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum di berbagai negara." 
(Email : newwave@kompas.co.id)
Selasa, 23 September 2008 | 00:29 WIB

“Life in the Fast Lane” adalah tema iklan satu halaman di koran The Straits Times dari Singapura. Huruf-huruf “Fast Lane”-nya dibuat dari karakter bendera start-nya lomba Formula One (F1) yang dikombinasikan dengan ikon “forward” (segitiga dengan ujung menghadap ke kanan) yang biasa terdapat pada produk-produk elektronik. Sementara model yang memeragakan adalah anak muda dengan jas eksekutif yang sedang memasang tuksedonya.

Anda bisa menebak, iklan apa ini? Ternyata, iklan ini merupakan promosi dari toko ritel ternama, TANGS, di Vivo City dan Orchard Road, dua kawasan belanja yang populer di Singapura. Nampaknya yang menjadi primary target market-nya adalah wanita, karena disebutkan adanya diskon sebesar 20% jika berbelanja perlengkapan wanita. Selain itu, ada juga program yang diberi nama “TANGS Pitstop” yang memberikan layanan manikur, pijat kepala dan bahu, serta penataan rambut secara cepat.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat." Anda bisa memesan buku tersebut di GramediaShop.com atau hubungi Direct Selling Gramedia Pustaka Utama (
gpudm@gramedia.com, telepon: 021-53677834 ext. 3252 & 3253).

Hermawan Kartajaya
Share on Facebook
Nilai 5.43 A A A
Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Kutul @ Jumat, 26 September 2008 | 23:43 WIB
Dunia dan khususnya Indonesia memerlukan Inspirasi2 yang positif untuk hidup yang lebih baik,... Kalo Pak Nachtzehrer bisa memberikan inspirasi2 sekelas Pak HK,... rasanya ga perlu deh komentar yang macam2?!.... :)
Ridwan. S @ Selasa, 23 September 2008 | 10:15 WIB
Era web 2.0 memang ibarat pisau bermata dua. Satu sisi melahirkan technopreneur yang cerdas dan inovatif. Namun sisi lainnya bisa melahirkan pengecut-pengecut tak bertanggung jawab yang hanya berani melemparkan umpatan tak cerdas dari depan monitor. Adu debat? kayanya itu tantangan yang terlalu berat bagi Nachtzehrer yang "terhormat" ini. Saya beri tantangan sederhana saja, berikan identitas yang sebenarnya. Gimana Mr. Nachtzehrer, berani? :P
saynoto"no" @ Selasa, 23 September 2008 | 08:50 WIB
yup era new wave memang memungkinkan segala sesuatunya berubah lebih cepat, akibat dari perkembangan era sebelumnya, dari mulai produsen yang menerapkan one way communication, berkembang menjadi two way communication sehingga melibatkan konsumen, dan sekarang it's all about communication, down to earth, bukan lagi di menara gading..bukan begitu HK, congrats to HK..new wave is you...btw Nachtzehrer "good job"...(^_^)...
herdiyan saksono @ Selasa, 23 September 2008 | 08:43 WIB
wah wah, u r so right Nachtzehrer, faster stronger better for new generation. Di era New Wave Marketing semua serba cepat akan tetapi memang faktor manusianya adalah yang utama sebagai motor penggerak utama keberhasilan dari suatu marketing campaign.
hugo @ Selasa, 23 September 2008 | 02:40 WIB
Ternyata artikel pagi ini ,seru juga diikuti. Ada adu seru Ferari atau Mc Larren, atau adu seru artikel Vs komentar. Hidup Ferari... . hidup markplus.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
299