Dosen-Mahasiswa ISI Denpasar Mogok, Kampus Disegel
Aktivitas akademik di Kampus ISI Denpasar terhenti total, Kamis (18/9) setelah kalangan dosen dan seluruh mahasiswa melakukan aksi mogok belajar-mengajar. Mereka juga menyegel gedung rektorat dan seluruh kelas di kampus itu.
Kamis, 18 September 2008 | 13:23 WIB

Laporan wartawan Kompas Robertus Benny Dwi K  

DENPASAR, KAMIS - Aktivitas akademik di Kampus ISI Denpasar terhenti total, Kamis (18/9) setelah kalangan dosen dan seluruh mahasiswa melakukan aksi mogok belajar-mengajar. Mereka juga menyegel gedung rektorat dan seluruh kelas di kampus itu.  

Aksi itu merupakan aksi mosi t idak percaya terhadap Pejabat Rektor ISI Denpasar, Prof Wayan Rai, rektor sebelumnya yang sempat kalah pada pemilihan rektor tanggal 5 Maret 2008, tapi kemudian menang pada pemilihan rektor ulang tanggal 26 Agustus 2008. Menurut para pelaku aksi, pemilihan ulang itu tidak sah, sehingga Rektor terpilih pada pemilihan Rektor 5 Maret, Dr Nyoman Catra, harus diakui, disahkan, dan segera dilantik.  

Guru Besar ISI Denpasar, Prof Nyoman Sedana, menyatakan dosen-mahasiswa kecewa pada Wayan Rai.  "Janjinya untuk menjadikan ISI Denpasar pusat unggulan atau center of excellent, tapi nyatanya terpeleset jauh menjadi sumber kekacauan atau center of trouble maker," kata Sedana.  

Menurut Sedana,Wayan Rai telah melakukan kebohongan publik. Yakni mengumumkan pada seluruh civitas akademika ISI Denpasar adanya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional perihal adanya harapan pemilihan ulang Rektor ISI. Padahal itu hanya surat biasa. Bahkan, atas hasil pemilihan rektor 5 Maret, Wayan Rai sudah menyatakan legawa dan mengakui kekalahannya.  

"Kami akan buka kembali Kampus ISI apabila hasil pemilihan Rektor 5 Maret yang sah itu diakui. Aksi ini akan terus berlanjut," kata Sedana.   

 

 


Robertus Benny Dwi K
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dewade @ Jumat, 19 September 2008 | 14:05 WIB
demo menyuarakan kebenaran harus terus dikumandangkan agar ISI Denpasar Berisi Dan Mempunyai Rasa. Gedung yang bagus tidak perlu di rehab, seharusnya rektor lebih memperhatikanfasilitas belajar mengajar. Aneh Bin Ajaib prodi Fotografi tidak punya lab untuk belajar. gak percaya boleh tanya kpd Bapak Rektor ISI Yogya atau kpd Bapk Risman Marah yg pernah berkunjung ke Prodi Fotografi
dewade @ Jumat, 19 September 2008 | 14:05 WIB
demo menyuarakan kebenaran harus terus dikumandangkan agar ISI Denpasar Berisi Dan Mempunyai Rasa. Gedung yang bagus tidak perlu di rehab, seharusnya rektor lebih memperhatikanfasilitas belajar mengajar. Aneh Bin Ajaib prodi Fotografi tidak punya lab untuk belajar. gak percaya boleh tanya kpd Bapak Rektor ISI Yogya atau kpd Bapk Risman Marah yg pernah berkunjung ke Prodi Fotografi
devux @ Jumat, 19 September 2008 | 11:48 WIB
karena tidak bisa ikut aksi Demo, jadi demo disini aja.Ikut mendukung aksi yang dilakukan pada saat ini.Sistem birokrasi yang berbelit-belit, untuk mengambil ijasah saja dipersulit.Lempar sana sini.Bagaimana nasib mahasiswa yang diluar kota untuk mengambil ijasah yang lama keluarnya, akibat birokrasi yang kurang sigap,cepat,lempar-sana sini tidak ada tanggung jawab dari pihak ISIDPS.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
7