Kena Marah jika tak Mampir
Komunitas We R Mommies Indonesia dirintis oleh Monica Oemardi (tengah, sedang memangku anak) dan Wanda (berdiri, tengah).
Minggu, 14 September 2008 | 05:20 WIB

NAMANYA juga internet. Bisa dipastikan bahwa sebagian besar anggota komunitas ibu-ibu muda yang tergabung di We R Mommies Indonesia, Dunia Ibu, Dapur Bunda, Funky Mom, atau IMSIS belum pernah bertemu satu sama lain.

Milis Dunia Ibu yang dibentuk tahun 2001 oleh Dini Shanti (36) dan Quinike Sukirwan (35) atau Nike memiliki anggota milis sebanyak 766 orang. Nike yang berdomisili di Amerika Serikat itu belum pernah sekali pun bertemu dengan anggota milis yang lain.

Mereka yang sering mengadakan acara kopi darat adalah anggota yang berada di Indonesia. ”Hampir semua anggota DI akrab di internet. Hanya beberapa saja yang kadang-kadang bertemu darat,” kata Nadia (32), salah satu moderator Dunia Ibu.

Sementara itu, IMSIS (Indonesian Muslim Society in America-Sisters) punya cara sendiri untuk mengakrabkan anggotanya di Amerika. Siti Mardiana, salah satu moderator IMSIS yang tinggal di Amerika, mengatakan, komunitas ini rutin mengadakan kegiatan jumpa darat setahun sekali saat libur musim dingin.

”Kami menyewa hotel di suatu kota. Seluruh peserta dari pelosok Amerika berdatangan ke hotel tersebut. Biasanya kami mendatangkan pembicara dari Indonesia,” kata Mardiana melalui e-mail.

Yang menarik dari jumpa darat itu, ibu-ibu muda yang rindu masakan Indonesia ini memasak sendiri di dapur hotel. Selama menginap di hotel, mereka membentuk tim yang bertugas memasak di dapur hotel.

Komunitas We R Mommies Indonesia mengisi acara jumpa darat dengan kegiatan-kegiatan seperti demo memasak, demo kecantikan, dialog kesehatan, dan lain-lain.

Acara jumpa darat ini menambah keakraban anggota komunitas. Seperti diungkapkan Siti Mardiana, hubungan sebagian anggota IMSIS sudah seperti saudara. ”Kalau kami pergi ke suatu kota dan di kota itu ada anggota IMSIS, mereka bisa marah kalau kami tidak mampir,” tutur Mardiana.

Karena acara pertemuan itu dilakukan satu tahun sekali, anak-anak mereka sudah saling kenal sejak mereka masih kecil. Kalau ada acara kumpul-kumpul, suasananya seperti acara Lebaran pulang kampung. ”Kami saling rindu jika lama tidak bertemu,” kata Mardiana. (IND)


Lusiana Indriasari
Sumber : Kompas Cetak
Share on Facebook
Nilai 6 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
giyarto @ Minggu, 26 Oktober 2008 | 09:37 WIB
mbak dini santi yang mana?
sugianto @ Kamis, 18 September 2008 | 09:07 WIB
sungguh luar biasa, semoga kebahagiaan itu sampai di sini jua suatu hari nanti. memang hebat,
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
12