Kalau Jadi PM, Anwar Janji Tarik Hukum Cambuk bagi TKI
Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menghadiri acara Silaturahmi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9). Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia menetapkan batas waktu Selasa (16/9) mendatang untuk merebut tongkat kursi pemerintahan dari PM Abdullah Ahmad Badawi.
Video
Sabtu, 6 September 2008 | 12:38 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, berjanji akan menarik UU yang menerapkan hukuman cambuk bagi TKI ilegal jika ia berhasil menggulingkan pemerintahan Abdullah Ahmad Badawi. Anwar menetapkan batas waktu 16 September untuk bisa merebut kursi perdana menteri.

Sebab, menurutnya, hukuman cambuk tidak manusiawi dan melanggar perikemanusiaan. Isu TKI, menurut Anwar, merupakan isu mendesak untuk disikapi. Hal itu dikatakan Anwar dalam jumpa pers seusai silaturahmi dengan ICMI di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9). "TKI itu isu yang mendesak. UU hukuman cambuk akan kita tarik, kita hapuskan karena bagi saya itu tidak berperikemanusiaan," kata Anwar.

Strategi menghapus hukuman cambuk, ujar Anwar, merupakan upaya untuk menciptakan hubungan yang baik dengan negara tetangga. Selain itu, Anwar juga menjamin segala persoalan yang melingkupi hubungan persabatan Indonesia dan Malaysia akan diselesaikan dengan baik di bawah kepemimpinannya.

Menanggapi jaminan itu, Wakil Ketua MPR AM Fatwa yakin Anwar akan memenuhi janjinya. Isu mengenai kebijakan terkait TKI menurutnya merupakan hal yang sangat penting. "Itu isu yang sangat penting bagi Indonesia, kalau ada suatu kesepahaman antara pemimpin Malaysia yang berkuasa dengan pemimpin Indonesia, tidak akan terjadi polemik," kata Fatwa.

Fatwa juga yakin, persoalan-persoalan yang belakangan terjadi antara Indonesia dan Malaysia tidak akan terjadi. "Selama ini kita sering tersinggung dan terhina oleh pemerintahan Malaysia sekarang ini. Saya yakin dia akan bisa menciptakan hubungan yang lebih baik dengan Indonesia," ujar Fatwa. (ING)


ING
Nilai 5.67 A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
radenbroto @ Minggu, 19 Oktober 2008 | 16:51 WIB
maju terus pak anwar
MajuIndonesia @ Minggu, 28 September 2008 | 10:42 WIB
sy mendukung penuh jika Datuk Anwar Ibrahim menjadi PM Malaysia, agar hubungan dua negara serumpun bisa diperbaiki dan ditingkatkan ke arah yg lebih baik. hidup Indonesia ! kita BISA menjadi yang terdepan dan termaju di ASEAN
simelekete @ Jumat, 12 September 2008 | 15:48 WIB
Mdh2an mmg berjln baik utk kedua belah pihak, karena sesungguhnya kedua belah pihak ada saling ketegantungan yg kuat. Indonesia dg ketenaga kerjaannya, Malaysia dg input utk seni budayanya.
GOindonesia @ Sabtu, 6 September 2008 | 13:00 WIB
Good Mr Ibrahim, Ane dukung n doain smoga pemerintahan Malay sekarang yg suka buat masalah dgn Indonesia cepat2 musnah.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS