Anwar Ibrahim "Gulingkan" Badawi Tanggal 16 September
Anwar Ibrahim
Sabtu, 6 September 2008 | 10:55 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, tetap pada target awalnya untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Anwar menetapkan batas 16 September sebagai batas akhir baginya untuk "mengistirahatkan" Badawi.

"Saya tetap pada target saya, 16 September menjadi waktu untuk mengistirahatkan Badawi. Untuk itu, saya rileks sebentar sehari lompat ke Jakarta, berdiskusi dan bertemu dengan sahabat-sahabat saya di Indonesia," kata Anwar mengawali pidatonya dalam silaturahmi dengan ICMI di Menara Bank Mega, Jakarta, Sabtu (6/9).

Pemilu sela yang memenangi dirinya dengan 70 persen perolehan suara, menurut Anwar, menjadi cerminan semangat rakyat Malaysia yang menginginkan perubahan. Namun, pemilu itu menjadi pemilu terburuk dalam kacamata Anwar.

"Karena yang terlibat dalam kampanye, mulai dari Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, dan seluruh pemerintahan berkampanye menjelekkan saya. Untuk mempertahankan kekuasaannya, mereka memanfaatkan isu hubungan antaretnis di Malaysia. Tapi hanya untuk mempertahankan kekuasaannya, bukan untuk benar-benar menyejahterakan rakyat. Isu itu hanya didengungkan untuk mempertahankan elite yang berkuasa. Bukan berkampanye dengan mendengungkan isu jaminan keselamatan rakyat," ujar politisi Partai Keadilan Rakyat ini.

Selain memaparkan tentang manuver-manuver yang digunakan lawan politik untuk menjatuhkan dirinya, Anwar juga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia. Menurut dia, Indonesia harus menyadari tidak bisa menyingkirkan diri dari perkembangan ekonomi global. "Wacana yang berkembang di Indonesia terlalu ekstrem. Terima IMF dan Bank Dunia atau tolak sama sekali. Saya tidak sependapat dengan pandangan itu. Indonesia menurut saya agak ekstrem. Saya tidak percaya dalam situasi global begini kita bisa berjalan sendiri," katanya.

Menurut Anwar, salah satu solusi yang bisa menyelamatkan perekonomian suatu negara adalah dengan memberantas korupsi di segala lini. "Korupsi ini bisa menjatuhkan kekuatan ekonomi," ujar Anwar. (ING)


ING
Nilai 5.6 A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
gib @ Jumat, 12 September 2008 | 19:34 WIB
Bravo Mr.Anwar Ibrahim, jadilah pemimpin yang dicintai dan disayangi masyarakat Malaysia. Saya dan kawan2 di Indonesia mendoakan anda bisa mendorong terjadinya Transformasi di Malaysia ke arah yang Demokrasi yang kongkrit. Salam Sukses !!!
sanusi hidayat @ Kamis, 11 September 2008 | 10:15 WIB
INSYA"ALLAH P. ANWAR BISA JADI PEMIMPIN HARAPAN RAKYAT MALASIA,.BISA CIPTAKAN HUBUNGAN INDONESIA-MALASIA LEBIH HARMONIS AMIIEN
Batuah @ Minggu, 7 September 2008 | 09:36 WIB
horas kita dukung bah saudara kita satu ini spy hubungan sesama puak melayu beda negri terjalin dgn harmonis...suai KORUPTOR negri ini harus dihukum MATI spy negri makmur dan mensejahterakan rakyatnya...
nyoman @ Sabtu, 6 September 2008 | 12:54 WIB
maju terus pak anwar rakyat indonesia mendukungmu
joko @ Sabtu, 6 September 2008 | 12:27 WIB
mantap anwar, saya suka anda yg mimpin malaysia.. moga2 warga neagara indonesia disana dapat diperlakukan lebih manusiawi daripada seperti skrang ini..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS