Berbuka Puasa Murah dan Meriah
Warga memenuhi warung pinggir jalan sambil menikmati makanan buka puasa di Pusat Jajanan Malam Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/9). Lokasi yang berdekatan dengan Masjid Al Hakim menjadi pilihan warga untuk berbuka puasa yang dilanjutkan dengan shalat di masjid tersebut.
Video
Sabtu, 6 September 2008 | 08:21 WIB

RAMADHAN sudah tiba. Menu khusus acapkali menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Paling asyik menemukan tempat berbuka dengan menu tepat di warung dekat masjid. Maksudnya agar seusai menyantap takjil, bisa shalat magrib ke masjid terdekat. Setelah shalat, balik ke tempat semula untuk berbuka puasa dengan santai.

Di Jakarta, ada beberapa tempat di dekat masjid yang bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Sebutlah kawasan Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka yang sering lalu lalang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, minimal pernah mendengar nama Masjid Sunda Kelapa. Nah, di sana setiap hari ada beberapa pedagang kaki lima menjual makanan dan minuman.

Masih di kawasan Menteng, tepatnya Jalan HOS Cokroaminoto, di seberang Masjid Al Hakim, sejak beberapa bulan terakhir menjadi tempat makan yang santai. Sekitar 20 gerobak penjual makanan, meja dan bangku bagi pengunjung ditata teratur, rapi, dan bersih.

Pilihan lain bisa juga datang ke Festival Ramadhan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, digelar sampai 13 September.

Tempat makan di belakang Masjid Agung Al Azhar, di luar bulan puasa dikenal sebagai tempat nongkrong kaum muda. Meski berupa kaki lima, banyak pengunjung bermobil mewah. Beberapa penyanyi muda hingga pemain sinetron juga kerap berseliweran di warung-warung tenda kaki lima di kawasan ini.

Orang kerap menyebut tempat ini sebagai Roti Bakar Edi Blok M. Padahal, yang tersedia di kawasan ini tak cuma Roti Bakar Edi, tetapi beraneka jenis makanan lain, keping CD, aksesori, dan lapak melukis tato. Lokasi persisnya di sepanjang Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di sinilah tempat nongkrong murah meriah bertahan populer bertahun-tahun. Di bulan puasa, tempat ini juga menjadi tempat berbuka puasa bersama yang teramat strategis. Sebab, hanya dengan berjalan kaki satu-dua menit saja dari deretan warung tenda itu kita sudah sampai di Masjid Al Azhar.

Jadi, setelah membatalkan puasa dengan takjil (bisa berupa minuman atau makanan ringan seperti kolak), Anda bisa shalat magrib ke masjid yang luas sehingga tak perlu berdesakan seperti di mushala pusat belanja.

Setelah shalat tinggal menyeberang jalan lagi untuk menikmati santapan buka bersama. Jika ingin meneruskan ibadah dengan mengikuti shalat tarawih, lagi-lagi tinggal masuk masjid itu. Tarawih pun bisa dilanjutkan di masjid tersebut.

Keunggulan utama tempat makan kaki lima di sisi kantor Departemen Pekerjaan Umum ini karena lokasinya strategis dan nyaman. Warung-warung tenda buka pukul 17.30 hingga dini hari. Di sana ada sekitar 10 warung tenda makan yang menawarkan aneka minuman dan makanan.

Berbeda dengan kawasan warung tenda lain di Jakarta, warung-warung tenda di Jalan Raden Patah lebih bersih dan lapang. Areal warung juga bersih dari sampah dan jalanan senantiasa kering. Bahkan, tak tercium bau tak sedap dari saluran pembuangan air atau got. Yang tercium hanya aroma sedap masakan berbaur dengan aroma parfum pengunjung.

Di sela bunyi musik disko dari penjual CD, pengujung juga bisa menikmati alunan musik dari siter, alat musik khas Jawa, yang mengiringi tembang yang dilantunkan Maryo (50), seniman siter asal Yogyakarta.

Kawasan di depan Masjid Sunda Kelapa juga menjadi pilihan banyak orang untuk berbuka puasa atau sekadar kongko sembari minum es kelapa muda dan menyantap makanan lain. Menurut Adhi Laksono, Kepala Bidang Pendukung Operasi Masjid Agung Sunda Kelapa, pada bulan puasa ini orang mulai berdatangan pukul 15.00. Mereka ada yang langsung duduk di dalam masjid, duduk-duduk di taman atau duduk di luar warung makan.

Suasana buka puasa di sana sudah mulai terasa sejak pukul 16.00. Pedagang mulai menata gerobak dan menyiapkan dagangan. Mobil-mobil pun mulai berdatangan parkir di depan masjid.

Asri (32), karyawati yang berkantor di Menteng, mengatakan, selama bulan puasa baru pertama kali dia datang ke Masjid Sunda Kelapa. ”Selain dekat, suasana di masjid ini juga sangat nyaman. Tempatnya luas dan di depannya banyak makanan,” tuturnya,

Adapun arena Festival Ramadhan di Lapangan Banteng sudah tentu memiliki banyak kemudahan tempat parkir. Selain itu, sekitar 100 meter dari sana terdapat Masjid Istiqlal. Sambil menyantap makanan, pengunjung bisa menikmati hiburan musik, lomba azan, kaligrafi, puisi, dan lainnya.

Suasana buka puasa di sana terasa nyaman, amat berbeda dengan kesan Lapangan Banteng yang selama ini dikenal sebagai tempat nongkrong waria dan penjaja seks komersial.


Soelastri Soekirno,Sarie Febriane,Clara Wresti,Neli Triana
Sumber : Kompas Cetak
Nilai 7 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile11
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS