Diimbau Jangan Mudik Gunakan Sepeda Motor
Video
Sabtu, 6 September 2008 | 06:31 WIB

JAKARTA, SABTU - Masyarakat Transportasi Indonesia menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik ke kampung halaman karena tidak aman. Sekitar 90 persen dari 236 orang yang menjadi korban kecelakaan selama massa mudik 2007 adalah dari pengendara dan penumpang sepeda motor.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono, Jumat (5/9) di Jakarta Pusat, mengatakan, sepeda motor tidak dirancang sebagai kendaraan jarak jauh karena paling tidak stabil. Di sisi lain, pengendara sepeda motor dapat menjadi korban kecelakaan selama musim mudik karena berbagai faktor, mulai dari kondisi jalan yang buruk, minimnya petugas di malam hari, sampai rendahnya ketahanan pengendara.

Berdasarkan perkiraan Departemen Perhubungan (Dephub), jumlah pemudik dengan sepeda motor naik dari 2,12 juta orang pada 2007 menjadi 2,5 juta orang pada 2008. Perkiraan itu dianggap terlalu kecil oleh MTI, yang memperkirakan pemudik bersepeda motor 2,7 juta orang.

Menurut Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo, banyaknya pemudik bersepeda motor menunjukkan gagalnya penyediaan angkutan umum di Indonesia.

Bambang mengatakan, penggunaan sepeda motor untuk mudik tidak dapat dihilangkan. Selain alasan mahalnya tiket angkutan umum, sepeda motor juga digunakan untuk moda transportasi di kampung.

Oleh karena itu, Bambang menyarankan Dephub menciptakan inovasi angkutan umum yang memungkinkan untuk mengangkut orang dan sepeda motornya. Dengan demikian, masalah angkutan jarak jauh dan jarak dekat terselesaikan.

Pesawat

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air pada musim mudik ini menurunkan tarif fuel surcharge pesawat hingga 15 persen sehingga harga tiket pesawat juga ikut turun. Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia sampai sekarang masih menghitung besaran penurunan fuel surcharge. Keputusan itu berkaitan dengan penurunan harga avtur setelah harga minyak dunia turun.

Finance & G/A Director Sriwijaya Air Gabriela Sonia Bongoro menyatakan, penurunan harga tiket pesawat tersebut berlaku sejak 5 September. Sebagai contoh ia menyebutkan, harga tiket Jakarta-Solo Rp 658.000- Rp 858.000, Jakarta-Semarang Rp 558.000-Rp 758.000, dan Jakarta-Surabaya Rp 808.000- Rp 1.091.000.

”Itu tarif resmi kami, sekalian mengklarifikasi berita di Kompas yang menyebutkan harga tiket kami naik empat sampai lima kali lipat,” kata Gabriela pada Jumat (5/9).

Kompas terbitan 5 September lalu antara lain menyebutkan, harga tiket Jakarta-Solo/Yogyakarta mulai Rp 1,2 juta sampai Rp 1,6 juta. Jakarta-Semarang Rp 1 juta-Rp 1,3 juta. Menurut Gabriela, informasi itu tidak benar. Ia menyarankan masyarakat membeli tiket langsung ke agen resmi atau kantor Sriwijaya Air dan tidak lewat calo. (ECA/TRI)


Emilius Caesar Alexey,Soelastri Soekirno
Nilai 9 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
haidir @ Senin, 15 September 2008 | 13:49 WIB
untuk yang mudik pake kendaraan motor lebih hati-hati aja tapi kalau bawa barang nya banyak mendingan naik bis aja . selamat Idul Fitri 1429 H
tommy @ Sabtu, 6 September 2008 | 22:51 WIB
naikmobil, motor takut. semua melanggar peraturan lalulintas. budaya disiplin masih tanda tanya ????
GandunG @ Sabtu, 6 September 2008 | 08:47 WIB
kalo dihitung gagal ya memang gagal, karena harga tiket yang melambung sehinga banyak orang yang memilih alternatif memakai motor karena biaya motor yang murah.....
bombaqi @ Sabtu, 6 September 2008 | 08:45 WIB
gimana bapak ini wong punya sepeda motor je!! kalo ticket bus murah ya naik bus bos!!. jadi rakyat Indoneisa itu ya harus bisa menyikapi apapun dan bagaimanapun sulitnya hidup, mengharap pemerintah...lupakan saja deh!!!
Bams @ Sabtu, 6 September 2008 | 07:20 WIB
SAYA SETUJU bgt anjuran untuk mudik tdk pakai spd mtr, tp sayang keselamatan blm jd perhatian utama shg yg penting irit, pdhal data menunjukkan resiko kecelakaan spd mtr sangat tinggi karena : 1. banyak pengguna jalan (spd mtr, mobil, spd, pejalan kaki) tdk tahu/tdk mau tahu ROAD MANNER, saya sdr sering nemuin malah yg ugal2an lbh galak/marah wkt mrk melanggar aturan dpd mrk yg taat aturan (aneh kan?), 2. ketahanan fisik seseorg itu ada batasnya, kelengahan bs berakibat kecelakaan fatal
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile87
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS