A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

Sabtu, 6 September 2008 | 00:00 WIB

Medan, Kompas - Pengusaha pengimpor sapi Australia belum melaporkan keberadaan hewan ternak yang didatangkan. Dinas Peternakan Sumatera Utara tidak mempunyai informasi apa pun terkait keberadaan hewan impor itu. Akibatnya, pengawasan peredaran terhadap sapi impor itu tidak terpantau.

”Kami sudah menyurati mereka (pengimpor sapi) dua kali, tetapi belum mendapat balasan. Kami tidak tahu di mana sapi-sapi itu sekarang,” kata Kepala Subdinas Agrobisnis Dinas Peternakan Sumut Harapan Hutauruk, Jumat (5/9), saat ditemui.

Pengimpor sapi yang mendapat rekomendasi Dinas Peternakan sampai saat ini, antara lain, PT Andalas Langkat, Kabupaten Langkat; Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH), Pemerintah Kota Medan; dan PD Eldira, Asahan. Harapan hanya mendengar kedatangan sapi impor itu di Belawan, tetapi belum ada informasi resmi berapa jumlahnya dan di mana keberadaannya.

”Mestinya begitu datang harus menjalani karantina selama dua minggu,” katanya. Selanjutnya pemilik sapi menjalankan masa penggemukan selama kira-kira enam bulan. Hal ini sesuai dengan peruntukannya dalam dokumen impor sebagai sapi bakalan.

Pertengahan Agustus lalu, PT Samudera Shipping Service (SSS) mendatangkan 3.720 sapi Australia melalui Belawan. Pada minggu yang sama, Pemerintah Kota Medan mendatangkan 1.288 sapi Australia.

Kepala Bagian Operasional PT SSS Zakaria Saleh (salah satu agen mediator sapi impor—Red) memperkirakan ada puluhan ribu sapi Australia masuk Belawan periode Agustus-September. Dia menuturkan, pada awal September ini datang 7.000 sapi Australia ke Belawan.

Data dari Dinas Peternakan menyebutkan, kebutuhan normal daging sapi di Sumut 215 ekor per hari. Sampai akhir Agustus, stok sapi yang ada di Sumut sebanyak 5.000 ekor.

Stok sapi itu tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Simalungun, Asahan, dan Labuhan Batu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Manusia Veteriner Dinas Peternakan Sumut Mulkan Harahap memastikan seluruh daging impor di Sumut bebas dari penyakit. Sapi-sapi Australia, katanya, sudah menjalani pemeriksaan di negeri asalnya.

Diawasi

Petugas Dinas Peternakan terus mengawasi peredaran daging ini di masyarakat. Salah satunya mengantisipasi dugaan adanya daging sapi gelonggongan dan pemakaian formalin.

Laporan mengenai hal tersebut masih belum dia terima. Informasi sementara yang diterima oleh petugas adalah adanya dugaan pemakaian zat pewarna merah pada daging sapi agar terlihat segar.

”Jika hal ini terbukti, sudah menyalahi aturan. Kami sedang menyelidikinya,” ungkap Mulkan. Baik daging sapi maupun daging ayam harganya masih dalam batas kewajaran. (NDY)


ndy
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
0