Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 447
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 477
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 477
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 484
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 484
Medan, Kompas - Pengusaha pengimpor sapi Australia belum melaporkan keberadaan hewan ternak yang didatangkan. Dinas Peternakan Sumatera Utara tidak mempunyai informasi apa pun terkait keberadaan hewan impor itu. Akibatnya, pengawasan peredaran terhadap sapi impor itu tidak terpantau.
”Kami sudah menyurati mereka (pengimpor sapi) dua kali, tetapi belum mendapat balasan. Kami tidak tahu di mana sapi-sapi itu sekarang,” kata Kepala Subdinas Agrobisnis Dinas Peternakan Sumut Harapan Hutauruk, Jumat (5/9), saat ditemui.
Pengimpor sapi yang mendapat rekomendasi Dinas Peternakan sampai saat ini, antara lain, PT Andalas Langkat, Kabupaten Langkat; Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH), Pemerintah Kota Medan; dan PD Eldira, Asahan. Harapan hanya mendengar kedatangan sapi impor itu di Belawan, tetapi belum ada informasi resmi berapa jumlahnya dan di mana keberadaannya.
”Mestinya begitu datang harus menjalani karantina selama dua minggu,” katanya. Selanjutnya pemilik sapi menjalankan masa penggemukan selama kira-kira enam bulan. Hal ini sesuai dengan peruntukannya dalam dokumen impor sebagai sapi bakalan.
Pertengahan Agustus lalu, PT Samudera Shipping Service (SSS) mendatangkan 3.720 sapi Australia melalui Belawan. Pada minggu yang sama, Pemerintah Kota Medan mendatangkan 1.288 sapi Australia.
Kepala Bagian Operasional PT SSS Zakaria Saleh (salah satu agen mediator sapi impor—Red) memperkirakan ada puluhan ribu sapi Australia masuk Belawan periode Agustus-September. Dia menuturkan, pada awal September ini datang 7.000 sapi Australia ke Belawan.
Data dari Dinas Peternakan menyebutkan, kebutuhan normal daging sapi di Sumut 215 ekor per hari. Sampai akhir Agustus, stok sapi yang ada di Sumut sebanyak 5.000 ekor.
Stok sapi itu tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Simalungun, Asahan, dan Labuhan Batu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Manusia Veteriner Dinas Peternakan Sumut Mulkan Harahap memastikan seluruh daging impor di Sumut bebas dari penyakit. Sapi-sapi Australia, katanya, sudah menjalani pemeriksaan di negeri asalnya.
Diawasi
Petugas Dinas Peternakan terus mengawasi peredaran daging ini di masyarakat. Salah satunya mengantisipasi dugaan adanya daging sapi gelonggongan dan pemakaian formalin.
Laporan mengenai hal tersebut masih belum dia terima. Informasi sementara yang diterima oleh petugas adalah adanya dugaan pemakaian zat pewarna merah pada daging sapi agar terlihat segar.
”Jika hal ini terbukti, sudah menyalahi aturan. Kami sedang menyelidikinya,” ungkap Mulkan. Baik daging sapi maupun daging ayam harganya masih dalam batas kewajaran. (NDY)