Kenapa Lalat Sulit Dipukul?
Jumat, 29 Agustus 2008 | 23:51 WIB

JAKARTA, JUMAT — Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.


WAH
Sumber : PHYSORG
Nilai 4.11 A A A
Ada 72 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
LALAT AIR @ Selasa, 30 September 2008 | 13:09 WIB
mo membasmi LALAT? ambil lah plastik, kemudian diisi dengan air, dan diikat di atas ( mo taro di meja makan juga bole ) dijamin. tak ada lalat yang berani mendekati daerah tsb. krn sy tiap hr klo makan klo lg byk lalat saya bikin itu...
sabdopalon @ Senin, 22 September 2008 | 09:32 WIB
he..he..he... saya setudju dengan pendapat bung iwan, karena saya sering nggebugki lalat dengan sapu lidi dan 98 % pasti kena he..he..he..
oon @ Jumat, 19 September 2008 | 19:59 WIB
melihat kemampuan lalat yang begitu hebat, kok g pernah ya, holliwood membuat karakter lalat pada superheronya.
Ucok @ Kamis, 18 September 2008 | 15:14 WIB
Saya salut atas penelitiannya, kita ambil sisi positif nya, seandainya kemampuan sensor itu dikembangkan bisa digunakan mendeteksi tabrakan misalnya kendaraaan bisa saling menghindar jika akan terjadi tabrakan....bagus kan ? Ini ide cemerlang yg bisa diaplikasikan dgn banyak kegunaan, bukan alernatif nya yg kita cari....
iwan @ Kamis, 18 September 2008 | 11:24 WIB
Lalat tidak bisa merespon/mengantisipasi beberapa/banyak benda/pemukul dalam waktu yg bersamaan. Sebesar apapun pemukul pasti tidak akan membunuhnya. Sebaliknya pemukul yg banyak akan membunuhnya. Coba gunakan sapu lidi yg diikat jadi satu dan pukul lalat tsb, pasti mati. Karena banyaknya lidi-lidi tsb mengacaukan indera lalat tsb
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile56
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS