Demonstran Setia Nantikan PM Thailand Mundur
Beberapa biksu Buddha duduk di sekitar kompleks gedung Pemerintah saat puluhan ribu demonstran menempati gedung yang terletak di Bangkok itu pada 28 Agustus 2008
Kamis, 28 Agustus 2008 | 20:49 WIB

BANGKOK, KAMIS - Demonstran antipemerintah tetap menempati sekitar kompleks Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej di Bangkok, Kamis (28/8). Aksi para demonstran tersebut memasuki malam ketiga tanpa ada isyarat akan berakhirnya aksi unjuk rasa untuk menuntut mundurnya Samak Sundaravej.

Seiring dengan datangnya Kamis malam, jumlah demonstran yang berkerumun di kompleks pemerintah semakin bertambah banyak setelah para karyawan yang pulang kerja ikut bergabung dengan aksi unjuk rasa. Para demonstran berjanji akan tetap berada di kompleks tersebut sampai Samak Sundaravej meletakkan jabatannya.

"Kami telah siap menghadapi kesulitan apapun apabila kami dapat menyingkirkan Samak dari posisinya," ujar Kitja Usaiphan (43), seorang nelayan yang telah mendirikan tenda di kompleks pemerintah sejak Selasa (26/8) dengan para pengikut Aliansi Rakyat untuk Demokrasi. Para demonstran tak mengindahkan perintah pengadilan untuk mengakhiri aksi mereka itu.

Para demonstran menekankan mereka berhak untuk tetap berada di kompleks pemerintah dan akan tetap berada di sana sampai Samak Sundaravej melepaskan jabatannya. Aliansi Rakyat untuk Demokrasi menuduh Samak sebagai perpanjangan tangan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang disingkirkan lewat kudeta pada tahun 2006 dan terlilit oleh kasus korupsi. Shinawatra saat ini berada dalam pengasingan di Inggris.


JIM
Sumber : AP
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS