JAKARTA, KAMIS - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono dinilai hanya mengumbar janji dan kurang memperhatikan nasib petani. Hal tersebut disampaikan Penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais.
"Mentan hanya janji saja tetapi tak pernah terwujud. Jika Mentan-nya dari kalangan kita (Muhammadiyah) pasti akan lebih paham bidangnya," tutur Amien, di Jakarta, Kamis (28/8).
Saat menghadiri panen raya di desa Blambangan, Banjarnegara, 10 Maret 2007 lalu, Mentan berjanji kepada para petani untuk menyumbang alat berat berupa traktor, mesin perontok padi, hand springer, dan mesin pengering gabah.
Namun, janji tersebut belum terealisasi hingga kini. Lebih lanjut Amien mengatakan seyogyanya Mentan lebih mendukung dan membantu kepentingan petani. Pasalnya, petani sangat membutuhkan dampingan terutama dari pemerintah agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas sehingga mampu meningkatkan taraf hidup petani.
Namun, Amien enggan menjawab ketika ditanya siapa Mentan yang tepat dari kalangan Muhammadiyah. Amien yang mengenakan baju batik warna kuning itu menjawab, "Tidak, tidak tahu," ujarnya sambil berlalu.
Selain itu, Amien juga mempertanyakan Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPR beberapa waktu lalu. Kala itu, SBY mengatakan stok beras dalam kondisi aman dan surplus 3 juta ton hingga akhir 2008. "Om Yudhoyono pidato di DPR katanya kita sudah surplus beras 3 juta ton. Tapi kemarin kami survei ke Bulog ternyata kosong. Dimana disimpan 3 juta ton itu. Jangan-jangan hanya kampanye saja," kata Amien.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |