Bom Ledakkan Bus Pengangkut Narapidana
Beberapa sukarelawan Pakistan melarikan seorang korban ledakan bom ke rumah sakit di Quetta, 7 Juli 2006. Bom yang dilekatkan di sebuah vespa meledak di bazaar padat pengunjung di provinsi Baluchistan dan menciderai 12 warga sipil.
Kamis, 28 Agustus 2008 | 19:48 WIB

PESHAWAR, KAMIS - Sebuah bus yang sedang mengangkut beberapa narapidana di Pakistan barat laut Kamis (28/8) ini meledak dan menewaskan sekitar 9 orang. Ledakan yang diduga dilakukan oleh milisi tersebut berlangsung saat berkecamuk pertempuran antara pasukan keamanan pemerintah dan ekstremis.

Ledakan berkekuatan dahsyat ini menimbulkan cekungan yang luas di tengah-tengah sebuah jembatan di Bannu dan mengakibatkan bus pengangkut narapidana itu hancur total. Aksi kekerasan terbaru itu berlangsung sepekan setelah Pervez Musharraf mengundurkan diri sebagai presiden Pakistan sehingga memicu keruntuhan pemerintah koalisi yang berkuasa.

Partai yang sempat dipimpin oleh mantan perdana menteri Benazir Bhutto saat ini mendominasi posisi pemerintahan. Partai Rakyat Pakistan telah mempertegas pendiriannya untuk menumpas pihak ekstremis. 

Sementara milisi Taliban Pakistan terus mengencarkan serangannya. Taliban selama ini mengaku bertanggung jawab terhadap sejumlah aksi bom bunuh diri dan serangan bersenjata.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab dalam serangan bom Kamis ini. Namun, pihak kepolisian Pakistan menduga milisi berada di balik serangan bom tersebut.


JIM
Sumber : AP
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS