SURABAYA, KAMIS - Angkutan pesawat udara yang menjadi salah satu pendukung angkutan Lebaran tahun ini akan mengalami penurunan jumlah armada. Meski demikian, kapasitas angkutnya tetap meningkat.
Hal ini diungkapkan Komandan Angkutan Lebaran 2008, Iskandar Abubakar
di Surabaya, Kamis (28/8). Pada Lebaran tahun 2007 jumlah armada pesawat sebanyak 211 unit, namun menjelang Lebaran ini jumlahnya berkurang menjadi 183 pesawat.
Meski demikian, jumlah kapasitasnya tahun ini bakalan meningkat. Iskandar Abubakar yang juga Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, mengatakan Lebaran lalu jumlah penumpangnya sebanyak 1.724.343, sedangkan tahun ini arus mudik dengan pesawat akan menjadi 1.884.972 atau meningkat 9,32 persen.
"Penurunan jumlah pesawat terjadi karena maskapai AdamAir sudah tidak beroperasi lagi. Padahal penumpang AdamAir saat itu cukup signifikan," kata Iskandar.
Saat izin terbang (air operator certificate/ AOC) AdamAir dibekukan,
bulan Maret lalu, AdamAir mengoperasikan sebanyak 20 unit pesawat, dengan jumlah penumpang hampir 5 juta per tahun.
Meski jumlah pesawat turun, menurut Iskandar, kapasitas penumpang malah meningkat. "Hal ini karena maskapai-maskapai penerbangan terus memperbarui pesawatnya menjadi pesawat yang lebih modern dan kapasitasnya lebih
banyak," katanya.
Iskandar mengatakan, pesawat dengan kapasitas kecil seperti MD-80 dan
Boeing 737-200 sudah mulai ditinggalkan oleh maskapai karena selain
penumpangnya sedikit, juga boros bahan bakar. Sebagai gantinya, mereka
memperbarui dengan armada yang lebih hemat dan besar seperti Boeing 737-300 dan Boeing 737-400.
Bahkan beberapa maskapai pun membeli pesawat modern yang baru seperti Lion Air dengan Boeing 737-900 ER dan Mandala Air yang mengadakan Airbus 320. (Hendra Gunawan)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |