Gus Dur: Konspirasi Tingkat Tinggi Gembosi PKB
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Musyawarah Luar Biasa Parung Abdurrahman Wahid memberikan tausyiah di hadapan peserta Dialog Kebangsaan Pemberantasan Korupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (15/6). Dialog itu diikuti tokoh legislatif dan eksekutif dari PKB.
Kamis, 28 Agustus 2008 | 18:59 WIB

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Terkait konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa, Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menuding adanya konspirasi tingkat tinggi yang bermain untuk menggembosi PKB.

Hal itu ditunjukkan oleh sikap KPU yang menerima pencalegan PKB dari kubu Muhaimin Iskandar yang tidak berdasarkan Muktamar Semarang, serta banyaknya pemecatan pengurus DPW/DPC di lingkungan PKB tanpa persetujuan Dewan Syuro baru-baru ini.

Gus Dur dalam kesempatan silaturahmi dengan para kyai sesepuh warga NU Lampung di Bandar Lampung, Kamis (28/8) mengatakan, Mahkamah Agung sudah memutuskan, terkait konflik internal PKB, seluruh pengurus yang berseteru diminta kembali ke Muktamar Semarang. Artinya, Ketua Tertinggi Dewan Syuro PKB tetap Gus Dur, Sekretaris Dewan Syuro H Muhyidin Arubusman, Ketua Umum Dewan Tanfidz adalah Muhaimin Iskandar dengan sekjennya Lukman Eddy.

"Semua sudah dikembalikan ke jalur yang benar. Konflik dalam tubuh PKB ini tak lepas dari konspirasi dari luar untuk menganggu PKB. Sebab dipandang kalau tak dihancurkan PKB akan menang. Kondisi PKB sekarang dari luar seperti tidak ada apa-apa, padahal di dalamnya remuk. Ada pihak yang seolah-oah menjaga PKB, sebenarnya malah merusak," ujar Gus Dur.

 

 

 

 


HLN,SEM
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Latupalungku @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 05:15 WIB
Ah, itu kan cuma alasan ente saja. Kalo kita coba lihat kebelakang, akar persoalannya memang ada di tangan ente. Ente kan hobinya pecat-pecatan, dan apa salah kalo ada orang membela dirinya ?
muslim @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 21:17 WIB
Sebenarnya Gus Dur sendiri yang 'menggembosi' dirinya sendiri, gak usah nuduh2 lah, gak baik.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS