PDIP Deklarasikan Nomor 28 di Bandar Lampung
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memukul bedug raksasa dalam deklarasi nomor 28 di halaman kantor DPD PDI-P Lampung, di Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Kamis (28/8).
Kamis, 28 Agustus 2008 | 18:07 WIB

Laporan Wartawan Kompas Helena Fransisca

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Untuk meraih kemenangan pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2009, DPP PDIP mendeklarasikan nomor urut 28 yang merupakan nomor urut kepesertaan PDI-P pada pemilu 2009. Acara deklarasi nasional tersebut dilangsungkan di halaman kantor DPD PDI-P Lampung, di Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Kamis (28/8).

Deklarasi ditandai dengan pemukulan bedug berlogo kepala banteng, dan bertuliskan angka 28 itu dilakukan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Selanjutnya, pemukulan bedug dilanjutkan oleh 28 santri yang memukul 28 bedug. Usai pemukulan bedug oleh Megawati, Ketua Umum partai berlambang kepala banteng tersebut bersama-sama dengan Ketua DPD PDI-P Lampung, Sjachroedin ZP lalu melepaskan 28 burung merpati sebagai lambang perdamaian nasional.

Ketua Umum DPP PDI-P Megawati pada pidato politiknya sebelum acara deklarasi mengatakan, pemilihan Bandar Lampung sebagai lokasi "Deklarasi Nasional Angka 28" itu karena bertepatan dengan momen pemilihan kepala daerah. Calon gubernur Lampung usungan PDI-P, yaitu calon incumbent Sjachroedin ZP merupakan kader PDI-P.

PDI-P mengevaluasi, sebagai gubernur Sjachroedin memiliki prestasi dalam memajukan dan membangun Lampung. Sehingga PDI-P memilih Sjachroedin kembali sebagai calon gubernur. Pada pemilihan kepala daerah di Lampung 3 September 2008 nanti, PDI- P memperkirakan pasangan calon usungan PDI-P akan mampu memenangi pertarungan tersebut. "Itulah mengapa kami memilih Bandar Lampung sebagai pusat deklarasi nasional," ujarnya.

Pada kesempatan itu Megawati juga menyatakan ucap syukurnya. Angka 28 yang menjadi nomor kepesertaan PDI- P sejatinya melambangkan angka kebangkitan nasional. Yaitu hari Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada 28 Oktober 1908. "Pada 2008 ini kebangkitan nasional sudah memasuki satu abad. PDIP juga harus bangkit dan berjuang untuk rakyat," ujarnya.

Dengan alasan tersebut, pada deklarasi tersebut Megawati juga mendorong para kader untuk bangkit, mulai turun mengunjungi konstituen, dan bekerja aktif merebut simpati rakyat. Megawati juga mengingatkan pada simpatisan perempuan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan. Salah satunya dengan menjadi kader PDI-P perempuan.(HLN/SEM)


Helena Fransisca
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS