Rupiah Perkasa, Mantap di 9.140
lembaran dollar AS

Kamis, 28 Agustus 2008 | 17:27 WIB

JAKARTA, KAMIS - Rupiah Kamis (28/8) sore, semakin mantap dengan berada di posisi Rp 9.140 per dollar AS, seiring permintaan rupiah oleh pelaku pasar berlanjut.
    
Direktur Retail Banking PT Bank Mega, Kostaman Thayib, mengatakan, permintaan rupiah masih berlanjut, sehingga mata uang Indonesia terus menjauhi angka Rp 9.150 per dollar AS.
    
Menurut dia, rupiah dalam waktu dekat akan bisa mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS karena permintaan pasar cenderung meningkat dan berlanjut melemahnya mata uang asing itu. "Kami optimis pergerakan rupiah akan terus membaik mendekati level Rp 9.100 per dollar, didukung aktifnya konsumen membeli rupiah, ucapnya.
    
Rupiah, lanjut dia, semula dikhawatirkan menembus angka Rp 9.200 per dollar AS, namun dengan masuknya Bank Indonesia (BI) ke pasar rupiah terus membaik. "Kenaikan rupiah itu juga didukung kenaikan harga minyak mentah dunia yang menekan dollar AS," ucapnya.
    
Sementara, mata uang tunggal Eropa saat mencapai 1,4737 dollar,  naik dari 1,4653 dollar di New York, setelah sempat melemah pada posisi terendah sejak Februari.
    
Menurut dia, rupiah masih berpeluang untuk naik lagi pada hari berikutnya melihat permintaan pasar masih tinggi. "Kami yakin rupiah masih bisa bergerak naik lagi. Karena itu, peluang untuk naik hingga mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS cukup besar, " katanya.


EDJ
Sumber : Ant
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile18
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS