DEPOK, KAMIS - Saat ini, Indonesia divonis terjangkit penyakit berat, namanya krisis. Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan setidaknya ada tiga penyakit yang teridentifikasi dari Indonesia.
Pertama, Indonesia mengalami krisis karena neracanya tak seimbang. Penyakit ini dapat diperbaiki secara teknis. Kedua, krisis terjadi karena tatanan yang tidak demokratis sehingga perlu reformasi di segala bidang. Penyakit ini telah dilakukan mulai tahun 1998 meski tak kunjung selesai. Ketiga, krisis disebabkan kerusakan tatanan sehingga harus mengagendakan pergantian sistem.
Penyakit ini menjadi begitu sulit diobati karena berkaitan dengan mental masyarakat, termasuk orang-orang kelas atasnya. Namun, ironis karena sebetulnya bangsa Indonesia terkenal dengan kehidupan religius yang berakar dan bertumbuh kuat dalam kehidupan masyarakatnya.
Lantas, dimana kontribusi agama, khususnya Islam, dalam penyelesaian masalah konkrit yang sedang terjadi pada negara ini? Ketua Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia Luthfi Zuhdi mengatakan kontribusi agama harusnya disadari sebagai perbaikan mendasar bagi permasalahan yang berkembang di Indonesia, seperti kejujuran dan tanggung jawab mengemban amanah.
"Tapi kalau kita lihat memang nilai-nilai Islam sebetulnya sudah jauh dari kehidupan umat Islam sekarang ini," ujar Luthfi dalam seminar bertajuk 'Islam, Radikalisme Beragama dan NKRI' di FIB UI Depok, Kamis (28/8). Menurut Luthfi, nilai-nilai luhur Islam dapat diamati dari masa Umar bin Abdul Azis dimana keadilan ditegakkan dan tingkat kesejahteraan pada masa itu merata. Satupun rakyatnya tak ada yang mau menerima zakat.
"Bukan karena mereka sudah kaya semua tapi mereka secara batin sudah merasa terpenuhi semua," tandas Luthfi. Jika masyarakat Islam benar-benar mewujudkan esensi ajaran Islam mulai dari dirinya sendiri, maka Luthfi mengamini bahwa kehidupan yang sejahtera dalam masyarakat akan tiba.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |