Urip: Mohon Keadilan Bagi Saya dan Keluarga
Jaksa non-aktif Urip Tri Gunawan usai mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/6). Urip didakwa telah melakukan tindak pidanan korupsi dengan menerima uang suap sebesar 660 ribu dolar AS semasa menjadi jaksa kasus BLBI II dari pengusaha Artalyta Suryani.
Kamis, 28 Agustus 2008 | 16:46 WIB

JAKARTA, KAMIS - Terdakwa kasus dugaan suap terkait penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Urip Tri Gunawan, memohon putusan yang adil dari majelis hakim demi dirinya dan keluarga. Hal ini diungkapkannya ketika mengomentari cepatnya vonis yang akan dihadapi.

"Mohon putusan yang seadil-adilnya. Itu demi saya dan keluarga saya," ujarnya dengan mata sembab karena habis menangis, usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (28/8).Urip akan menghadapi vonisnya pada Kamis (4/9) mendatang.

Sidang hari ini berlangsung relatif cepat karena jaksa penuntut umum dan penasihat hukum langsung menyampaikan tanggapannya.


BOB
Nilai 9 A A A
Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
GumukS @ Kamis, 11 September 2008 | 12:25 WIB
Malu dong Rip, orang kaya bekas jaksa lagi meratap nangis minta keadilan untuk dirinya dan keluarganya...loe bukannya tahu hukum? Udah deh Rip jalani tuh hukuman, yang menurut saya kamu itu harusnya dihukum gantung sampai mati. Karena loe bekas jaksa dan tahu hukum.
ferdinand nender @ Jumat, 5 September 2008 | 09:29 WIB
nangis segala,klo ngk ketahuan perbuatan nya diluar mangut2 dan jdi sombong banyk duit kan.apa kata dunia korupsi bsa d bayr dngan uang...klo mau di tanya seluruh rkyat indonesia pasti setuju si urip di hukum MATIIIIIII SAJA,BRAVO BUAT PANGLIMA HUKUM INDONESIA(KEJAGUNG AND KPK) brnts terus korupsi di negara kita ini,tp jgn cma di pusat pak turun dg di daerh2.....
andri @ Kamis, 4 September 2008 | 12:36 WIB
saya mohon keputusan seadilnya bagi rakyat!! pas lagi diatas langit dengan harta berlimpah lupa sama rakyta!! walaupun saudara urip melihat di tv penderitaan rakyat,,hmmm 660.000dolasr AS..kalo sukses ga ketauan KPK pasti seneng anda..pas ketangkap mengemis bagaikan pengemis..ckckckcc
lareangon @ Selasa, 2 September 2008 | 09:30 WIB
Lha ini dia...kuliah bertahun tahun soal hkum, beragama bertahun tahun, dan pada akhirnya... "pak mohon keadilan untuk anak isteri keluarga saya", untuk rakyat dan orang lain terserah tak adil tak apa apa...yang penting 'keluarga' saya
rancho @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 16:28 WIB
nah kan ???? napa dari dulu ga berbaik hati dan ramah tamah dan jujur ke pada masyarakat dan lingkungan ??? en sekarang minta keadilan dan meratap atas perbuatan sendiri ,..penyesalan selalu datang di belakang hari ,
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS