JAKARTA, KAMIS - Lahan yang menjadi sengketa antara PT Kencana Indotama Persada Indonesia dengan lembaga-lembaga Kristen, dipagar batu oleh para tukang setelah dilakukan eksekusi yang berujung bentrok pada Kamis (28/8) siang.
Bentrok antara mahasiswa dan Satpol PP terjadi setelah mahasiswa menolak eksekusi atas lahan sengketa yang dinilai belum selesai kasusnya di tingkat banding. Lahan tersebut terletak di belakang Gedung PGI dan langsung bersebelahan dengan Universitas Persada Indonesia YAI.
Eksekusi dilakukan dengan sebuah alat berat yang juga masih berada di lokasi. Alat berat tersebut digunakan untuk merubuhkan sebuah bangunan tua yang langsung menyambung dengan Gedung PGI yang juga Sekretariat GMKI. Puluhan petugas Satpol PP masih melakukan penjagaan dan mengawal pemagaran yang dilakukan oleh beberapa tukang.
"Selain karena alasan belum ada keputusan hukum tetap, kami juga mengkhawatirkan perubuhan terhadap gedung di lahan itu akan mengganggu struktur bangunan PGI yang juga sudah tua. Saat dirubuhkan, gedung ini ikut bergetar," kata Kepala Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Rapen Sinaga.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Gomar Gultom mengatakan kerusakan parah yang terjadi di Gedung PGI mengakibatkan kerja sejumlah staf terganggu. Ruangan yang rusak parah adalah ruang sekretariat dan Pokja AIDS. "Ya sekarang pindah-pindah saja, kerjanya cari yang ruangnya kosong. Kejadian pelemparan hari ini bahkan sudah memecahkan kaca jendela ruang ketua umum dan pintu ruang tamku ketua umum," kata Gomar.
Situasi di Gedung PGI dan kawasan Jalan Salemba Raya sudah mulai kondusif setelah sempat memanas siang hari tadi. Beberapa mahasiswa masih bertahan di gedung itu. Sementara pecahan masih berserakan di sekitar gedung.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |